Mendukbangga Minta Kader TPK Pastikan Bantuan Gizi Tepat Sasaran

10 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN SLEMAN -- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, meminta kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) memastikan bantuan Makan Bergizi (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD tersalurkan tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan program percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada pengawalan distribusi bantuan gizi di lapangan.

Hal itu disampaikan Wihaji saat menghadiri Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Keluarga Risiko Stunting serta Literasi Keuangan dalam Mendukung Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Balai Budaya Taman Martani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 2.088 kader TPK Kabupaten Sleman sebagai bagian dari rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang puncaknya akan digelar di Kota Yogyakarta.

Wihaji mengatakan, tugas utama kader bukan hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga memastikan bantuan gizi benar-benar diterima kelompok sasaran, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau kelompok 3B.

"Perintah bapak Presiden jelas, jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar, cek lapangan. Tugas kita adalah mendistribusikan bantuan asupan gizi untuk mencegah stunting. Ini adalah program Bapak Presiden yang unik, karena hanya Indonesia yang secara khusus fokus pada 3B untuk penanganan stunting," kata Wihaji dalam siaran pers, Ahad (28/6/2026).

Ia mengapresiasi capaian kader TPK Kabupaten Sleman yang telah merealisasikan distribusi bantuan gizi lebih dari 50 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pentingnya peran kader dalam memastikan program pemerintah berjalan efektif hingga tingkat keluarga.

Selain mengawal distribusi bantuan gizi, Wihaji menilai literasi keuangan yang diberikan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sehingga dapat mendukung keberhasilan Program GENTING.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan prevalensi stunting di Kabupaten Sleman terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Angka stunting turun dari 5,30 persen pada 2023 menjadi 4,75 persen pada 2024, kemudian kembali menurun menjadi 4,21 persen pada 2025.

"Kami terus berupaya agar angka ini turun di bawah 4 persen. Dengan adanya bantuan MBG, masalah gizi seharusnya sudah teratasi. Kini fokus kita beralih pada edukasi pengasuhan anak kepada orang tua, karena cara pemberian makan dan pola asuh masih menjadi tantangan di lapangan," kata Danang.

Wihaji menambahkan, BKKBN akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan pemerintah daerah agar intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan berjalan optimal.

Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk mempercepat penurunan stunting sekaligus membangun keluarga Indonesia yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |