Temukan alasan ilmiah mengapa pria dan wanita menua dengan cara berbeda.(Dok. Magnific)
PROSES penuaan wajah sering kali menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap individu meski berada di usia yang sama. Menurut Caroline Warden dalam artikel ilmiahnya, fenomena ini dipengaruhi oleh kombinasi kompleks antara faktor biologis, hormonal, hingga struktur anatomi wajah yang berbeda antara pria dan wanita.
Peran Hormon dalam Penuaan
Perbedaan paling signifikan terletak pada fluktuasi hormon. Pada wanita, masa menopause memicu penurunan kadar estrogen secara drastis. Estrogen memiliki peran vital dalam mendukung produksi kolagen, menjaga ketebalan kulit, kelembapan, serta elastisitas.
Warden menjelaskan bahwa ketika kadar estrogen merosot, kulit wanita cenderung menipis dan kehilangan elastisitas dengan cepat. Hal ini membuat garis-garis halus menjadi jauh lebih nyata dalam waktu singkat setelah memasuki fase menopause.
Sebaliknya, pria mengalami penurunan hormon testosteron secara lebih bertahap. Kondisi ini membuat perubahan struktur kulit pada pria tidak terjadi secara mendadak seperti yang dialami wanita, sehingga tanda penuaan sering kali muncul lebih lambat.
Ketebalan Kulit dan Kolagen
Secara anatomi, kulit pria umumnya lebih tebal dan memiliki kepadatan kolagen yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Struktur ini memberikan dukungan internal yang lebih kuat, sehingga kulit pria mampu menahan munculnya kerutan lebih lama.
Namun, terdapat karakteristik unik pada pria: meski kerutan muncul lebih lambat, garis-garis yang terbentuk biasanya akan terlihat lebih dalam dan permanen. Sementara itu, kulit wanita yang lebih tipis membuat garis halus di area sensitif seperti mata dan mulut lebih cepat terlihat.
Penyusutan Volume Wajah
Penuaan tidak hanya soal permukaan kulit, tetapi juga perubahan volume di bawahnya. Seiring bertambahnya usia, bantalan lemak di area pipi, pelipis, dan bawah mata akan menyusut serta bergeser. Perubahan ini, ditambah dengan struktur tulang wajah dan gerakan otot, menentukan bagaimana kontur wajah seseorang berubah.
Pentingnya Perlindungan Dini
Terlepas dari perbedaan gender, paparan sinar ultraviolet (UV) tetap menjadi musuh utama kesehatan kulit. Radiasi UV merusak serat kolagen dan elastin yang menjaga kekencangan kulit. Warden menekankan bahwa perlindungan matahari adalah langkah krusial untuk memperlambat penuaan dini.
Memahami bahwa penuaan adalah proses multifaktor, termasuk genetika, pola makan, dan stres, membantu individu untuk lebih fokus pada kesehatan kulit secara menyeluruh daripada sekadar menghilangkan kerutan yang sudah muncul. (Dr. Caroline Warden, “Why Men and Women Age Differently: The Science Behind Facial Ageing”, drcarolinewarden/Z-10)


















































