Mengenal DSA, Teknologi untuk Mendeteksi Gangguan Pembuluh Darah Otak

2 weeks ago 31
Mengenal DSA, Teknologi untuk Mendeteksi Gangguan Pembuluh Darah Otak Ilustrasi(magnifik)

GANGGUAN pembuluh darah otak dapat terjadi dalam bentuk aneurisma, penyempitan pembuluh darah, hingga malformasi arteriovenosa (AVM). Kondisi tersebut terkadang baru diketahui setelah menimbulkan gejala serius. 

Untuk membantu dokter melihat kondisi pembuluh darah secara lebih detail, terdapat teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA) atau angiografi serebral berbasis kateter.

DSA menggunakan sinar-X, kateter tipis, dan cairan kontras untuk menghasilkan gambaran pembuluh darah otak. 

Teknologi ini bekerja dengan memproses gambar secara digital sehingga tulang tengkorak yang biasanya menghalangi pandangan dapat dihilangkan dari hasil pencitraan. Dengan begitu, struktur dan aliran pembuluh darah dapat terlihat lebih jelas.

Dapat Mengungkap Berbagai Gangguan

Pemeriksaan DSA dapat digunakan ketika dokter mencurigai adanya kelainan pembuluh darah otak. 

Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi aneurisma, penyempitan arteri akibat aterosklerosis, AVM, peradangan pembuluh darah, bekuan darah, robekan dinding arteri, hingga stroke. 

DSA juga dapat memberikan informasi tambahan mengenai suplai darah pada tumor otak.

Pada kasus AVM, pemeriksaan angiografi dapat membantu dokter mengetahui pola pembuluh darah yang tidak normal serta aliran darah yang menuju dan keluar dari area tersebut. Informasi detail ini dibutuhkan untuk menentukan pilihan penanganan yang sesuai.

Sementara pada aneurisma otak, angiografi dapat digunakan untuk memperoleh gambaran pembuluh darah secara lebih rinci, terutama ketika dokter membutuhkan informasi tambahan untuk menentukan tindakan medis.

Tidak Sekadar untuk Diagnosis

Salah satu hal yang membuat DSA menarik adalah kemampuannya mendukung diagnosis sekaligus tindakan medis tertentu. 

Karena kateter berada langsung di dalam pembuluh darah, prosedur berbasis kateter dapat dilakukan sesuai kondisi pasien. 

Dilansir dari RadiologyInfo, angiografi serebral bahkan dapat mengurangi kebutuhan terhadap operasi terbuka dalam kondisi tertentu.

Namun, teknologi ini bukan pemeriksaan yang sepenuhnya tanpa risiko. DSA merupakan prosedur invasif dan menggunakan radiasi serta cairan kontras.

Risiko yang dapat terjadi meliputi perdarahan atau memar pada lokasi masuknya kateter, reaksi terhadap zat kontras, gangguan pembuluh darah, hingga stroke yang tergolong jarang.

Karena itu, DSA tidak selalu menjadi pemeriksaan pertama bagi setiap pasien. Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan noninvasif seperti CT angiography atau magnetic resonance angiography terlebih dahulu. 

DSA kemudian digunakan ketika diperlukan gambaran pembuluh darah yang lebih detail atau informasi yang tidak cukup diperoleh dari pemeriksaan sebelumnya.

Dengan kemampuannya memperlihatkan pembuluh darah otak secara detail, DSA menjadi salah satu teknologi penting dalam diagnosis dan penanganan gangguan pembuluh darah. 

Namun, keputusan menjalani pemeriksaan tetap perlu didasarkan pada evaluasi dokter dan kondisi masing-masing pasien.

Sumber: RadiologyInfo, Mayo Clinic

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |