Mengenal Sindrom CKM: Kondisi Maut yang Intai 80 Persen Anak Muda

2 weeks ago 29
 Kondisi Maut yang Intai 80 Persen Anak Muda Ilustrasi.(Magnific)

STUDI terbaru memberikan peringatan keras bagi generasi muda. Hampir 80 persen orang dewasa muda menunjukkan tanda-tanda kondisi kesehatan yang mematikan dan sebagian besar dari mereka tidak menyadarinya.

Penelitian yang dilakukan di Boston ini menganalisis data dari lebih dari 1.000 orang dewasa berusia 20-an. Hasil temuannya yaitu mayoritas sudah berada di jalur menuju penyakit jantung.

Apa Itu Sindrom CKM?

Para peneliti mengklasifikasikan kondisi ini sebagai Cardiovascular-Kidney-Metabolic (CKM) Syndrome. Ini istilah medis baru yang mengakui bagaimana komplikasi seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes memengaruhi beberapa organ secara bersamaan--termasuk jantung, ginjal, dan otak--bukan hanya satu organ.

Sistem organ ini saling terhubung dan berfungsi bersama. Ketika salah satu organ berfungsi buruk, hal itu dapat memperburuk kondisi organ lainnya, menciptakan siklus yang membahayakan kesehatan secara keseluruhan.

Bahaya tanpa Gejala

Salah satu aspek paling berbahaya dari Sindrom CKM adalah sifatnya yang sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Diperkirakan 90 persen warga Amerika Serikat mengidap CKM, tetapi hanya satu dari sepuluh orang yang pernah mendengarnya.

Hasil penelitian tambahan menunjukkan:

  • Hampir 40 persen peserta diperkirakan memiliki tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, atau penebalan arteri tanpa gejala.
  • Sekitar 4 persen peserta memiliki kondisi arteri yang sepuluh tahun lebih tua dari usia kronologis mereka.

Dr. Nilay Shah, ahli kardiologi di Northwestern University, menjelaskan bahwa komponen CKM mulai memengaruhi orang pada usia yang semakin muda, bahkan sejak masa remaja atau dewasa muda.

Tahapan Sindrom CKM pada Usia 20-an

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Circulation: Population Health and Outcomes, para peneliti menganalisis 1.283 orang berusia 20-an. Berikut temuan berdasarkan tingkat keparahannya:

  • Tahap 1 (40,2%): Ditandai dengan kelebihan lemak tubuh atau obesitas (BMI tinggi atau lingkar pinggang di atas 88 cm untuk wanita dan 101 cm untuk pria). Umumnya tidak ada gejala.
  • Tahap 2 (36%): Pasien mulai mengalami tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit ginjal kronis.
  • Tahap 3 (3%): Terjadi penumpukan plak di pembuluh darah utama dan tanda-tanda ketegangan jantung mulai muncul dalam tes darah.

Catatan Penting: Gejala penyakit ginjal lanjut meliputi mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan masalah tidur. Sementara tanda diabetes termasuk rasa haus terus-menerus, kelelahan, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Langkah Pencegahan: Life’s Essential Eight

Dr. Donald Lloyd-Jones, pemimpin studi dari Boston Medical Center, menekankan pentingnya intervensi dini untuk membalikkan komplikasi ini. Para peneliti merekomendasikan kerangka kerja Life’s Essential Eight dari American Heart Association untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular:

  1. Melakukan aktivitas fisik secara rutin.
  2. Menghindari penggunaan tembakau/rokok.
  3. Menjaga berat badan sehat.
  4. Mengikuti pola makan sehat.
  5. Menjaga jadwal tidur yang cukup.
  6. Mengontrol kadar kolesterol.
  7. Mengelola gula darah.
  8. Menjaga tekanan darah tetap normal.

Meskipun studi ini memiliki keterbatasan karena populasi sampel yang mungkin tidak mewakili seluruh kelompok usia 20-an secara umum, temuan ini menjadi pengingat penting bahwa kesehatan jantung harus dijaga sedini mungkin sebelum kerusakan permanen terjadi. (Daily Mail/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |