Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin(Instagram/@sjafrie.sjamsoeddin)
MENTERI Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Tailan H.E. Letnan Jenderal Adul Boonthumjaroen di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas penguatan stabilitas keamanan di wilayah Selat Malaka serta menyepakati komitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis (Strategic Partnership) melalui Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA).
Sjafrie menegaskan bahwa Indonesia dan Tailan bertekad memperkuat kolaborasi di berbagai forum multilateral dalam kerangka sesama negara anggota ASEAN.
"Kami berkomitmen meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis. Komitmen itu diwujudkan melalui penguatan kerja sama pertahanan yang berlandaskan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (DCA)," ujar Sjafrie di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Sjafrie mengapresiasi partisipasi prajurit Tailan dalam latihan bersama multinasional Super Garuda Shield yang digelar di Batam beberapa waktu lalu sebagai wujud soliditas kawasan.
Untuk memperkaya wawasan dan kapasitas militer, Kementerian Pertahanan RI berencana mendorong pertukaran personel serta menyusun agenda latihan bersama khusus antara satuan pasukan khusus kedua negara.
"Kami juga ingin terus mendorong pertukaran personel. Kita akan melakukan pertukaran perwira, prajurit dari pasukan khusus kedua negara, dan berencana melakukan latihan antara kedua pasukan khusus Indonesia dan Tailan," tambahnya.
Penguatan kerja sama pertahanan ini diharapkan dapat menunjang keamanan jalur maritim strategis Selat Malaka yang vital bagi jalur perdagangan internasional.
Sjafrie menyampaikan kehormatannya atas hubungan persahabatan yang kian erat antara Indonesia dan Tailan, sekaligus optimistis kolaborasi ini dapat menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.(H-4)

















































