Menhub Soroti Selisih Manifest KMP Putri Yasmin yang Terbakar di Bali

3 days ago 2
Menhub Soroti Selisih Manifest KMP Putri Yasmin yang Terbakar di Bali Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.(Dok. Antara)

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti adanya perbedaan signifikan antara jumlah penumpang di lapangan dengan data manifest KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Bali, Rabu (12/8). Menhub menginstruksikan verifikasi menyeluruh untuk memastikan akurasi data manifest dan jumlah orang yang berhasil ditemukan dalam insiden tersebut.

Berdasarkan laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin hanya mencatat 114 penumpang di luar awak kapal. Namun, hingga Rabu sore, jumlah orang yang ditemukan mencapai 173 orang, dengan rincian 172 selamat dan satu orang meninggal dunia. Selain itu, terdapat laporan satu kapal menuju Pelabuhan Lembar yang membawa 39 orang tambahan.

“Dugaan perbedaan jumlah penumpang ini merupakan temuan serius yang akan ditindaklanjuti melalui investigasi komprehensif. Penambahan penumpang setelah surat izin berlayar terbit harus tetap dilaporkan. Inilah yang menjadi bahan evaluasi kami,” ujar Menhub Dudy dalam keterangannya, Kamis (13/8).

Kepala Basarnas Lombok, Muhammad Haryadi, mengakui pendataan penumpang sangat kacau dengan selisih mencapai 56 orang dari manifest resmi. Ketidaksesuaian ini diduga dipicu oleh banyaknya sopir truk yang membawa penumpang atau pekerja tambahan tanpa melapor secara resmi kepada petugas pelabuhan.

Hingga Kamis (13/8), Posko SAR di Pelabuhan Lembar masih mencatat lima korban yang belum ditemukan. Petugas gabungan telah melakukan pengecekan silang di Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai, namun nama-nama tersebut belum terdata dalam daftar penumpang selamat.

Terkait warga negara asing (WNA), terdapat tujuh orang yang menjadi korban dan seluruhnya dilaporkan selamat. Meski demikian, muncul ketidaksesuaian data pada satu WNA asal Australia bernama Aeleya Bee Tepaea Such yang tercantum dalam manifest namun tidak ditemukan dalam daftar evakuasi selamat.

Mengenai penyebab kebakaran, Menhub menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia menegaskan bahwa KMP Putri Yasmin sebelumnya telah dinyatakan laik laut berdasarkan pemeriksaan terakhir pada Juni 2026.

“Kami tidak ingin mendahului hasil investigasi KNKT. Yang terpenting, penyebab kejadian ini diketahui jelas sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di masa mendatang,” pungkas Menhub. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |