ilustrasi.(MI)
MENTERI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, memastikan situasi keamanan di seluruh wilayah Indonesia berada dalam kondisi sangat kondusif dan dalam kendali penuh pemerintah dan aparat penegak hukum. Hal itu disampaikan Djamari usai mengumpulkan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) Herindra di Kantor Kemenko Polkam, Rabu (5/8).
Djamari menegaskan bahwa sinergi bersama Panglima TNI, Kapolri, hingga Badan Intelijen Negara (BIN) terus berjalan secara optimal guna mengawal stabilitas keamanan demi kelancaran program-program prioritas pemerintah.
"Situasi dalam negeri sangat mantap dan perkembangan di dalam negeri masih dalam kendali kita semua. Kendali Panglima, Kapolri, BIN, dan intelijen terus diikuti untuk memastikan kondisi aman. Kami menangani ini semua agar masyarakat tenang," kata Djamari di Jakarta, Rabu (5/8).
Djamari mengungkapkan bahwa potret kehidupan masyarakat di Jakarta maupun daerah-daerah lain tetap berlangsung normal tanpa terpengaruh oleh dugaan atau perkiraan gangguan keamanan yang sengaja digulirkan pihak tidak bertanggung jawab. Ia bahkan membeberkan pengalaman pribadinya saat meninjau langsung pusat-pusat kegiatan ekonomi warga, seperti pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan yang tetap ramai dan penuh mobilitas.
"Kondisi masyarakat kita tidak seperti apa yang disebarkan melalui media sosial. Aktivitas kehidupan warga di Jakarta dan daerah-daerah lain berjalan seperti biasa. Saya bersama istri melihat ke pasar tradisional aman-aman saja, pergi ke mall juga aman. Mobilitas masyarakat tetap berjalan," ungkapnya.
Djamari meminta seluruh pihak untuk menghentikan penyebaran konten-konten provokatif yang memicu kekhawatiran tak berdasar di tengah masyarakat. Menurutnya, hoaks dan fitnah yang beredar di ruang digital berpotensi mempolusi pemikiran anak bangsa serta memunculkan sikap pesimisme terhadap pembangunan nasional.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan media massa untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menyaring setiap informasi sebelum membagikannya. "Saya mengajak semuanya, hentikan tindakan-tindakan semacam itu karena sangat merugikan kehidupan bermasyarakat. Mari kita tingkatkan kewaspadaan terhadap berita hoaks. Jangan sampai mempolusi pikiran anak-anak bangsa hingga muncul optimisme dan keberanian untuk berdiri tegak," pungkas Djamari. (Faj/P-3)

















































