Serangan udara Israel menghantam Kamp Ansar untuk pengungsi Palestina, di barat Kota Gaza, 11 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW — Rusia mengingatkan internasional untuk tak melupakan masalah kemanusiaan yang masih terjadi di Gaza, Palestina. Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan, perang Amerika Serikat (AS)-Zionis Israel dengan Republik Islam Iran di Timur Tengah (Timteng) saat ini seperti membuat semua orang pikun atas upaya bersama-sama untuk kembali membicarakan tentang upaya bersama memerdekakan Bangsa Palestina.
“Isu tentang Palestina dengan sangat mudah dilupakan. Sekarang semua orang berbicara tentang krisis, konflik di Timur Tengah, tetapi mereka sama sekali tidak melihat Palestina (lagi). Palestina dengan mudah dilupakan,” begitu kata Lavrov seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (16/3/2026). Lavrov mengatakan itu saat konfrensi pers bersama Menlu Kenya, Musalia Mudavadi, di Moskow, Rusia, Senin (16/3/2026).
Konfrensi pers itu dilakukan setelah keduanya membincangkan isu-isu aktual dan hubungan kedua negara. Keduanya mendiskusikan tentang warga negara Kenya yang dapat menjadi anggota militer di Rusia. Pun juga membincangkan tentang perang yang saat ini sudah memasuki pekan ketiga di kawasan Timteng, lantaran agresi AS-Zionis ke Teheran. Selain itu, Lavrov dan Mudavadi juga berdiskusi tentang masa depan kemerdekaan Bangsa Palestina.
Kata Lavrov, perang yang diawali AS-Zionis terhadap Iran saat ini semakin membuat situasi di Timteng semakin tak menentu. Negara-negara di Teluk Arab terkena dampaknya langsung atas perlawanan dan serangan balasan Iran terhadap AS.
Serangan balasan Iran ke wilayah-wilayah pendudukan Israel di Palestina, kata Lavrov diyakini juga akan memengaruhi. Perang semakin merambat dengan terciptanya front pertempuran tambahan di antara militer zionis dengan faksi bersenjata Hizbullah di perbatasan Lebanon.
Lavrov mengatakan, semua situasi tersebut bakal berpengaruh atas nasib Palestina ke depan. Mengingat perang yang terjadi antara AS-Zionis dan Iran menyentuh langsung persoalan negara-negara Arab yang punya tanggung jawab moral dalam memastikan masa depan Palestina. Akan tetapi, tak ada satupun pihak internasional yang saat ini kembali mengingatkan tentang nasib dan masa depan Palestina itu.
“Saya percaya, bahwa semua orang yang terlibat dalam konflik ini, dan mungkin yang paling terpenting adalah negara-negara Arab, perlu menyadari tanggung jawab mereka terhadap Palestina. Dan kami (Rusia) akan selalu siap untuk secara aktif mendukung pendekatan di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sudah bertanggung jawab mengambil keputusannya (tentang pengakuan terhadap Palestina),” kata Lavrov.

3 hours ago
2
















































