Merajut Ekonomi Kerakyatan Bersama Koperasi Desa

3 days ago 4
Merajut Ekonomi Kerakyatan  Bersama Koperasi Desa KDKMP JADI MITRA: Warga berbelanja kebutuhan pokok di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Jatikalen, Nganjuk, Jawa Timur. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi mitra perbankan dalam penyaluran K(ANTARA /Muhammad Mada)

PEMERINTAH mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Zulkifli menegaskan KDKMP bukan sekadar tempat berjualan, melainkan infrastruktur ekonomi desa yang berfungsi menyalurkan barang subsidi dan non-subsidi serta menjadi offtaker hasil produksi petani dan nelayan.

"Koperasi ini dibangun sebagai infrastruktur ekonomi pemerintah di tingkat desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Pemerintah menetapkan empat fokus utama KDKMP, yaitu mengintegrasikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ke dalam koperasi, menjadi wadah pemasaran produk masyarakat, menyalurkan bantuan sosial secara lebih tepat sasaran, serta menyediakan kebutuhan pokok yang mudah dijangkau masyarakat.

Di sektor pangan, lanjut Zulkifli, KDKMP juga akan memangkas rantai pasok hasil pertanian dari delapan mata rantai menjadi tiga, yakni petani–KDMP–konsumen, sehingga meningkatkan pendapatan petani sekaligus menekan harga pangan di tingkat konsumen.

Selain itu, KDKMP akan diperkuat sebagai pusat layanan kesehatan desa melalui kolaborasi dengan layanan kesehatan desa, Puskesmas Pembantu (Pustu), BPJS, pemerintah daerah, serta jaringan apotek dan klinik.

Kesiapan infrastruktur
Hingga saat ini, pemerintah mencatat 83.382 KDKMP telah berbadan hukum, 79.707 telah memiliki akun Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), 60.794 telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih tengah dikembangkan.

Zulkifli menegaskan pemerintah akan memastikan seluruh kesiapan infrastruktur dan tata kelola KDKMP berjalan optimal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

"Kita sedang membangun lebih dari 83 ribu desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Seluruh proses akan kita kawal agar Koperasi Desa Merah Putih benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tutupnya.

Hingga kini, sebanyak 83 ribu KDKMP telah menyelesaikan proses pembentukan badan hukum. Dari jumlah itu, 15.845 koperasi telah 100% menyelesaikan pembangunan fisik, termasuk gudang, gerai, dan perlengkapan operasional. Adapun 19.539 koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Diminati Gen Z
Koperasi Jadi Pilar Masa Depan Ekonomi Generasi Muda

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan, keberadaan koperasi saat ini masih sangat relevan dengan perkembangan zaman, khususnya bagi anak-anak muda, Gen Z dan milenial.

Ia mencontohkan terdapat beberapa klaster koperasi yang diprakarsai oleh para mahasiswa, anak muda, bahkan gen Z seperti koperasi Konten Kreator, koperasi petani milenial hingga koperasi animator. Ia menilai antusiasme anak-anak muda terhadap koperasi ini menandakan bahwa literasi mereka semakin membaik.

"Saat ini kami menerima pendaftaran koperasi mulai dari koperasi konten kreator, animator dan lainnya. Bahkan di kampus HKBP Nommensen, ada koperasi mahasiswa, kami siap mendampingi agar tumbuh lebih besar," kata Ferry.

Ia menegaskan, Kemenkop siap mendampingi dan membina hingga fasilitasi bagi koperasi-koperasi eksisting, terutama koperasi anak-anak muda dan juga Koperasi Kelurahan Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah ditetapkan sebagai program strategis pemerintah.

Ferry juga menyatakan bahwa KDKMP dapat dijadikan alternatif bagi para mahasiswa atau anak-anak muda sebagai tempat pengembangan diri dan berkarya. Ketersediaan tujuh gerai utama yang akan dikelola KDKMP akan membuka ruang yang lebih lebar bari anak-anak muda untuk terlibat langsung dalam pengelolaannya.

Manajer koperasi
Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah menggelar program pelatihan dan sertifikasi bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kegiatan itu digelar serentak di seluruh Indonesia. 

"Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Ferry.

Menkop menegaskan pelatihan itu merupakan bagian dari rangkaian pembentukan SDM KDKMP. 

Setelah menyelesaikan tahap penguatan kompetensi manajerial, para peserta akan mengikuti tahap ketiga, yakni sertifikasi kompetensi. Melalui tiga tahapan tersebut, pemerintah memastikan setiap manajer KDKMP memiliki karakter, kompetensi, dan profesionalisme yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.

"Ini adalah tugas sejarah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan negara yang harus terus dijaga karena tujuannya sangat mulia," tegas dia.

Penguatan kompetensi
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari menambahkan, program penguatan kompetensi calon manajer koperasi diikuti oleh puluhan ribu peserta yang tersebar di 15 komando latihan, enam satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.

Selama 13 hari, mulai 17 hingga 31 Juli 2026, para calon manajer mengikuti pelatihan intensif selama 90 jam pelajaran yang mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, soft skill, hingga penguatan kepemimpinan. 

"Selain itu pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional," jelasnya.

Destry menambahkan pelatihan akan ditutup dengan uji sertifikasi kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). (E-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |