Merawat Kebangsaan Lewat Layar Lebar

7 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di sebuah ruang kerja di Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Jumat siang, secarik proposal diletakkan di atas meja. Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) datang membawa gagasan: mengajak pelajar SMP dan SMA membuat film pendek bertema kebangsaan. Bukan sekadar lomba, tapi upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan lewat medium yang akrab dengan keseharian mereka.

Ketua Umum AWKI Robertus Rani Lopiga duduk bersama jajarannya. Mereka diterima tim Puspeka, berbincang hangat tentang masa depan karakter generasi muda. "Secara garis besar, proposal kami diterima dan kami sudah diberikan contact person untuk melakukan pembahasan lebih lanjut," kata Robertus.

Rencananya, festival bertajuk "Merawat Kebangsaan" itu akan digelar dalam waktu dekat. Pelajar dari berbagai daerah diundang menuangkan gagasan tentang kebangsaan dalam format film pendek. Ada nilai kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, dan cinta tanah air yang ingin ditanamkan melalui proses kreatif.

"Karakter adalah fondasi utama. Kalau generasi muda memiliki karakter yang kuat, mereka akan mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketika terjun menjadi wirausaha," ujar Robertus.

Ia percaya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor usaha dapat memperkuat ekosistem pembentukan karakter. Generasi muda, kata dia, tak cukup hanya menjadi pencari kerja: mereka harus mampu menciptakan lapangan kerja, dengan tetap menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

Kepala Puspeka Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami menyambut hangat inisiatif itu. "Penguatan karakter menjadi fondasi penting bagi generasi muda agar mereka mampu menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang kritis, mandiri, dan berintegritas," tuturnya.

Kini, bola berada di tangan kementerian. Rusprita akan melaporkan rencana kerja sama itu kepada Sekretaris Jenderal, termasuk permohonan izin penggunaan logo Tut Wuri Handayani. AWKI tinggal menunggu kabar baik untuk segera merealisasikan festival yang diimpikan.

Pelangi di Mars dan Semangat Eksplorasi

Di Jakarta, sore yang sama, sekelompok sineas berkumpul dalam kehangatan intimate screening film "Pelangi di Mars". Sutradara Upie Guava duduk di antara penonton, menyaksikan reaksi mereka saat adegan demi adegan bergulir. Ada sesuatu yang berbeda dari film ini: bukan hanya cerita, tapi juga teknologi di baliknya.

"Kami merasa di era ini literasi yang membangkitkan semangat anak-anak untuk benar-benar tumbuh dewasa dan menaklukkan dunia tidak cukup banyak," kata Upie.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |