Meski Minta Maaf atas Skandal FFE, Gianni Infantino Tolak Mundur sebagai Presiden FIFA

3 hours ago 5
Meski Minta Maaf atas Skandal FFE, Gianni Infantino Tolak Mundur sebagai Presiden FIFA Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP/NORBERTO DUARTE)

PRESIDEN FIFA Gianni Infantino secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas "kesalahan" yang dibuatnya terkait rencana kontroversial penjualan saham kompetisi kepada investor swasta.

Meski didera kritik tajam, Infantino dipastikan tetap menjabat sebagai Presiden FIFA setelah menerima dukungan penuh dari jajaran eksekutif senior dalam pertemuan di Rabat, Maroko, Rabu (5/8) waktu setempat.

Infantino memanggil anggota dewan manajemen ke kantor FIFA Afrika menyusul gelombang protes terhadap proposal Fifa Forward Enterprise (FFE) yang kini telah dibatalkan.

Dalam pernyataan resmi empat jam setelah pertemuan berakhir, badan sepak bola dunia tersebut merilis dukungan bagi sang presiden, meskipun sebelumnya terjadi ketegangan internal yang cukup hebat.

Permintaan Maaf dan Pengakuan Kesalahan

Infantino dan Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, mengirimkan surat bertanda tangan kepada para wakil presiden, dewan, dan 211 asosiasi anggota. Dalam surat tersebut, mereka menyatakan "permintaan maaf yang tulus" atas kesalahan yang terjadi dan berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

FIFA mengakui adanya kekeliruan dalam proses komunikasi proposal FFE, saat dewan dan asosiasi anggota merasa dikucilkan dari proses pengambilan keputusan.

"Bukan niat kami untuk membuat dewan dan asosiasi merasa dikesampingkan. Proses ini seharusnya ditangani secara berbeda," tulis pernyataan resmi FIFA.

Sebelumnya, Infantino menawarkan dana sebesar US$40 juta (sekitar Rp640 miliar) kepada setiap asosiasi jika mereka mendukung investasi swasta di turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri, melalui anak perusahaan baru FFE. Rencana ini bocor ke media pada akhir Juli lalu dan memicu kemarahan global.

Kecaman Keras dari UEFA dan Luis Figo

Meski mendapat dukungan internal, posisi Infantino di mata internasional tetap goyah. UEFA secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan pria berusia 56 tahun tersebut. Federasi sepak bola Eropa itu menyebut proposal FFE sebagai "kesepakatan ruang belakang yang kumuh dan tidak transparan".

Kritik pedas juga datang dari legenda sepak bola Luis Figo. Mantan bintang Real Madrid dan Barcelona itu mendesak Infantino untuk segera mengundurkan diri.

"Infantino telah merendahkan jabatan yang ia janjikan akan ditingkatkan. Sudah terlambat untuk menyelamatkan martabatnya, tapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola," tegas Figo.

Selain Figo, Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga menyatakan mosi tidak percaya. Di tingkat asosiasi, Wales dan Inggris dilaporkan mulai menarik dukungan mereka untuk pemilihan kembali Infantino.

Dukungan dari Asia dan Afrika

Walaupun Eropa bergejolak, Infantino masih memiliki basis kekuatan yang solid di Asia dan Afrika. Negara-negara seperti Mesir, Maroko, Niger, Mauritania, RD Kongo, hingga Filipina tetap menyuarakan dukungan mereka.

Loyalitas ini tidak lepas dari program Fifa Forward yang memberikan pendanaan rutin sebesar US$8 juta (sekitar Rp128 miliar) dalam setiap siklus tiga tahun kepada asosiasi anggota.

Agenda FIFA Mendatang:

  • 18 November 2026: Batas akhir pendaftaran calon Presiden FIFA.
  • Maret 2027: Kongres FIFA di Maroko untuk pemilihan presiden masa jabatan keempat.
  • Syarat Kemenangan: Kandidat membutuhkan minimal 106 suara dari total 211 anggota FIFA.

FIFA menegaskan bahwa meskipun ada kesalahan prosedur, seluruh tindakan yang diambil tetap mematuhi kerangka regulasi organisasi. Mereka berharap hasil pertemuan di Maroko ini dapat memperkuat tata kelola dan memulihkan kepercayaan publik, meskipun tantangan hukum dari UEFA masih membayangi di depan mata. (bbc/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |