Militer AS Konfirmasi Gunakan Grok AI Milik Elon Musk dalam Perang Iran

9 hours ago 8
Militer AS Konfirmasi Gunakan Grok AI Milik Elon Musk dalam Perang Iran Ilustrasi.(Magnific)

KETERLIBATAN teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Iran memasuki babak baru. Pentagon secara resmi mengonfirmasi bahwa chatbot milik Elon Musk, Grok AI, memainkan peran krusial dalam menentukan target serangan selama konflik berlangsung.

Sebelumnya, spekulasi mengenai penggunaan model AI dalam perang beredar luas. Model Claude milik Anthropic sempat dicurigai sebagai sistem utama yang digunakan militer AS setelah laporan The Wall Street Journal. Namun, pernyataan terbaru dari pejabat pertahanan AS menandai pertama kali ada konfirmasi resmi mengenai keterlibatan Grok AI dalam operasi tempur.

Peran Grok AI dalam Serangan Udara

Konfirmasi ini muncul melalui pernyataan di bawah sumpah oleh Kepala Kecerdasan Buatan Pentagon, Cameron Stanley. Dalam dokumen pembelaan terkait gugatan hukum yang melibatkan Elon Musk, Stanley mengungkapkan bahwa Grok AI digunakan untuk meluncurkan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 target berbeda dalam waktu 96 jam.

Stanley menegaskan bahwa memastikan operasional chatbot yang dikembangkan oleh xAI ini tetap berjalan tanpa gangguan ialah masalah keamanan nasional yang sangat penting. Ia juga menyebutkan bahwa Grok AI merupakan satu dari empat model AI yang saat ini mampu mendukung aplikasi keamanan nasional dan satu dari tiga produk AI yang dilengkapi untuk mendukung operasi misi kritis dengan tingkat kerahasiaan tinggi.

Dampak Perang dan Korban Sipil

Perang AS-Iran yang meningkat sejak Februari tahun ini menyebabkan kerusakan besar pada situs-situs sipil di Iran. Dua serangan paling menonjol yang menjadi sorotan internasional adalah:

  • Pengeboman Sekolah Menengah Putri Shajareh Tayyebeh (28 Februari): Menewaskan sedikitnya 175 orang, termasuk lebih dari 100 anak-anak.
  • Pengeboman Kompleks Olahraga Azadi (5 Maret): Mengakibatkan kerusakan infrastruktur sipil yang signifikan.

Meskipun pengaruh model AI Claude dalam menentukan target-target tersebut sudah lama dicurigai, pejabat militer sebelumnya menolak untuk mengonfirmasi atau membantah penggunaan AI Anthropic saat ditekan oleh media terkait tragedi di sekolah putri tersebut.

Gugatan Hukum xAI dan Polusi Udara

Ironisnya, pengungkapan rahasia militer ini muncul sebagai bagian dari pembelaan Elon Musk dalam gugatan hukum Clean Air. NAACP mengajukan gugatan terhadap perusahaan xAI milik Musk atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Udara Bersih (Clean Air Act).

Laporan menunjukkan bahwa xAI mengerahkan beberapa turbin pembakaran portabel untuk memasok daya ke pusat data mereka. Namun, asap pembuangan dari turbin tersebut diduga mencemari lingkungan dan berdampak buruk pada kesehatan komunitas kelas pekerja di sekitar lokasi pusat data.

Pernyataan Stanley dari Pentagon menjadi bagian dari strategi pertahanan pemerintahan Trump untuk membiarkan pusat data xAI terus beroperasi meskipun ada kekhawatiran lingkungan. Departemen Kehakiman AS bahkan mengeluarkan memo yang menyatakan bahwa mereka dapat membatalkan gugatan warga tersebut demi kepentingan nasional yang lebih besar. (OK! Magazine/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |