Muhammadiyah Britania Raya & Irlandia Jadi Wakil Tunggal Indonesia di Forum Pemuda Muslim Global

2 weeks ago 8
Muhammadiyah Britania Raya & Irlandia Jadi Wakil Tunggal Indonesia di Forum Pemuda Muslim Global PCIM) Britania Raya dan Irlandia tampil sebagai satu-satunya delegasi asal Indonesia dalam ajang internasional Global Muslim Youth Meet-Up (GMYM) 2026.(Dok.Istimewa)

PIMPINAN Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia tampil sebagai satu-satunya delegasi asal Indonesia dalam ajang internasional Global Muslim Youth Meet-Up (GMYM) 2026 yang digelar di British Muslim Heritage Centre (BMHC), Manchester, Inggris, pertengahan Agustus lalu.

Forum yang diinisiasi Youth of Strength & Happiness (YOSH) bersinergi dengan MyFundAction itu menghimpun 57 pemuda dari berbagai negara. Selain 31 pemimpin muda Malaysia yang tersebar di Inggris, Turki, Mesir, Yordania, dan Malaysia, forum juga diikuti 26 peserta dari Inggris, termasuk perwakilan Federation of Student Islamic Societies (FOSIS) dan komunitas Muslim setempat, serta peserta dari Turki, Mesir, Yordania, Amerika Serikat, Spanyol, Indonesia, Pakistan, Mauritania, dan Skotlandia.

Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, mengatakan selain mengikuti rangkaian diskusi strategis lintas negara, delegasinya berkesempatan bertemu langsung dengan Lord Mayor of Manchester, Councillor Shaukat Ali, dan Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain (MCB), Dr Wajid Akhter. MCB merupakan lembaga payung Muslim terbesar di Inggris.

"Kehadiran kami di Global Muslim Youth Meet-Up 2026 sekaligus menegaskan bahwa Muhammadiyah, meski lahir di Indonesia, memiliki misi dakwah yang bersifat universal dan lintas negara," kata Ince Dian, dalam keterangan resmi  Selasa (1/9).

Ia menambahkan, pertemuan dengan Wali Kota Manchester Shaukat Ali dan Sekjen MCB Dr Wajid Akhter menjadi bukti bahwa jaringan yang dibangun PCIM di Britania Raya semakin diakui dan dipercaya, baik oleh otoritas kota maupun komunitas Muslim Inggris secara luas.

EMPAT FOKUS UTAMA
GMYM 2026 mengangkat empat fokus utama, yakni kepemimpinan pemuda, kewirausahaan, pendidikan dan pengembangan profesional, serta dampak sosial. Sejumlah tokoh tampil berbagi pandangan, di antaranya Dr Wajid Akhter (MCB), Dr Yusuf Abdul Jobbar, Presiden FOSIS Sohaib Saleem, pendiri Spirituality of Business Omar DaCosta Shahid, peneliti sains data dan kecerdasan buatan Muhammad Ali, pendiri Rosebuds Sisters Aysha Bosher, dan Presiden YOSH Global Dr Mohamad Khir bin Johari.

Dari rangkaian konferensi dan lokakarya, delegasi PCIM UK & Irlandia mencatat sejumlah poin refleksi terkait paradigma pemuda dan ekosistem bisnis Islam. Salah satunya membahas keteladanan tiga tokoh Muslim, yakni Ali bin Abi Thalib, Mus'ab bin Umar, dan Ibn Abbas, sebagai simbol bahwa fondasi dakwah Islam justru banyak digerakkan oleh kalangan muda.

"Diskusi utama dalam perhelatan ini menegaskan bahwa esensi 'muda' bukanlah sekadar batasan usia biologis, melainkan tentang komitmen, kapasitas, dan kontribusi nyata," ujar Ince Dian.

Forum juga membahas empat pilar transformasi kewirausahaan sosial, yaitu peralihan dari kompetisi ke kooperasi, dari budaya konsumtif instan menuju slow economy, dari sekadar konsumen menjadi produsen solusi, serta penegasan bahwa kelangkaan yang terjadi saat ini lebih disebabkan masalah distribusi dan ketamakan, bukan kurangnya sumber daya.

INOVASI BERKELANJUTAN
Ince Dian menambahkan, forum turut menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan di lembaga-lembaga Islam agar generasi penerus tetap teguh memeluk Islam di tengah tantangan zaman.

"Pemimpin yang baik diwajibkan untuk terus bergerak, melatih, dan menjadi mentor bagi penerusnya. Ada juga pesan reflektif yang menarik dan mengemuka di penghujung forum ini, bahwa hanya para penipu yang tidak pernah merasakan impostor syndrome. Perasaan ragu pada diri sendiri secara sehat justru menandakan seorang pemimpin terus belajar, berkaca, dan menjaga integritasnya," pungkas Ince Dian.

Delegasi PCIM Britania Raya dan Irlandia dalam forum ini terdiri dari Ketua Ince Dian Aprilyani Azir, Sekretaris Majelis Pustaka, Informasi, dan Komunikasi Farisah Amanda, serta Aidan Maulana selaku warga muda Muhammadiyah Britania Raya.

Keikutsertaan PCIM UK & Irlandia sebagai delegasi Indonesia dalam GMYM 2026, termasuk pertemuan dengan Wali Kota Manchester dan Sekjen MCB, diharapkan memperluas jejaring global Muhammadiyah di kawasan Eropa sekaligus mempererat hubungan dengan otoritas Kota Manchester dan komunitas Muslim Inggris. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |