Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama(Dok.HO)
KETUA Umum Pimpinan Pusat GP Ansor sekaligus Panglima Tertinggi Banser Addin Jauharudin mengambil tindakan tegas usai suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memanas di arena sidang, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8).
“Muktamar merupakan forum mulia dan tidak boleh ada yang mengganggu dengan gerakan destruktif,” katanya dalam Apel Gabungan Banser, Pagar Nusa, dan Panitia Lokal, tepat di sekitar arena sidang.
Sebagai upaya menjalankan mandat, ia menyampaikan bahwa proses Muktamar harus berjalan sesuai agenda yang sudah ditentukan oleh panitia.
“Saya memastikan seluruh proses rangkaian agenda muktamar akan berjalan sesuai dengan rencana panitia hingga nanti besok penutupan,” tambah Koordinator Keamanan Muktamar ke-35 NU tersebut.
Kepada pihak yang dengan sengaja mengganggu jalannya rangkaian acara, pasukan keamanan bersama seluruh panitia terkait akan mengambil tindakan tegas yang diperlukan untuk mengembalikan suasana menjadi normal kembali.
“Ini adalah forum tertinggi kita, forum mulia kita, forum untuk kita galang silaturahmi demi memperkuat NU di masa depan,” ujarnya.
Selama proses muktamar berlangsung dirinya akan mengoptimalkan seluruh pasukan yang tergabung dalam kepanitiaan keamanaan untuk menjaga dan mempetebal keamanan.
“Saya ambil alih, kendali keamanan dalam Muktamar. Mari jaga muruah organisasi. Di sini, di tanah yang kita injak, mengalir darah kealiman para Muassis. Jangan kotori dengan tindakan destuktif. Ayo, bersama-sama kita jaga akar kita,” tutur Addin.
Sebagai Panglima Tertinggi Banser yang dimandatkan menjadi Koordinator Keamanan Muktamar, Addin berkepentingan memastikan para ulama dan kiai, perwakilan PW, PC, hingga PCI Nahdlatul Ulama melangsungkan seluruh proses ini dengan nyaman dan khidmat.
“Maka jangan ada yang mengganggu sekali lagi. Biarkan para ulama, para kiai kita dari berbagai daerah merumuskan yang terbaik untuk organisasi dan warga,” pungkasnya. (M-3)


















































