Para pasien dengan gejala batuk dan sesak nafas memeriksakan diri di Poli Batuk dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (23/08/2023).(MI/USMAN ISKANDAR)
KASUS Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Garut Jawa Barat meningkat cukup signifikan disebabkan dari pengaruh cuaca. Kejadian tersebut, terjadi sejak bulan Januari hingga Juli 2026 tercatat 5.013 pasien ditemukan di RSUD dr Slamat dan puskesmas hingga mereka berangsur sehat.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman mengatakan, musim kemarau panjang yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir jumlah pasien Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat cukup signifikan. Namun, penyakit tersebut rata-rata secara umum mereka mengalami batuk, flu, sakit tenggorokan menyerang semua umur dan kondisi itu berangsur sembuh.
"Sejak Januari hingga Juli memang adanya peningkatan kasus ISPA dan dari mereka mendapat perawatan terutama pasien balita, anak dilakukan di ruang anak. Akan tetapi, pasien mengalami gejala batuk, hidung tersumbat, sulit bernapas, suara serak, nafsu makan menurun ditimbulkan dari udara," ujar Asep Surahman Minggu (2/8/2026).
Menurut Asep, musim kemarau berdampak pada berbagai penyakit menyerang semua umur mulai orang tua, remaja, anak, balita dan peningkatan pasien ditemukan di puskesmas dan Rumah Sakit. Akan tetapi, pasien yang mendapat pengobatan paling banyak menderita penyakit ISPA sehingga mereka berangsur sembuh.
"Setiap hari pasien yang masuk mereka mendapat pengobatan di Puskesmas dan mengeluhkan batuk, bersin, hidung meler, suara serak, hidung tersumbat. Namun, pasien yang datang dapat disembuhkan lantaran rata-rata para pasien disebabkan pengaruh cuaca terutama panas, debu dan lainnya," katanya.
Menurutnya, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang terjadi telah meningkat dan sekarang sudah mencapai 5.013 orang disebabkan pengaruh cuaca tidak menentu dan terkadang dingin. Namun, faktor cuaca segala penyakit muncul di masyarakat dan mereka tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Perubahan cuaca yang terjadi sekarang banyak warga termasuk balita, anak-anak terserang berbagai penyakit mulai batuk, flu, suara serak, diare dan asma kambuh. Kami mengimbau masyarakat selalu pakai masker ketika keluar rumah mengingat udara panas, gersang dan berdebu," pungkasnya. (H-2)

















































