Netanyahu Tolak Draf Kesepakatan dari AS, Tegaskan Israel tak Mundur dari Gaza

14 hours ago 1
Netanyahu Tolak Draf Kesepakatan dari AS, Tegaskan Israel tak Mundur dari Gaza Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, Palestina, Senin (12/1/2026).(Xinhua/Rizek Abdeljawad)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pemerintahnya belum menyetujui rancangan kesepakatan yang didukung Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik di Gaza. Netanyahu menyatakan militer Israel hanya akan menarik pasukan setelah Hamas benar-benar melucuti seluruh persenjataannya.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan video di media sosial pada Selasa (4/8), merespons laporan mengenai dorongan Washington terhadap proposal perdamaian baru. Netanyahu mengonfirmasi bahwa tim Presiden AS Donald Trump telah menyerahkan draf proposal, namun Israel memilih mengembalikannya dengan sejumlah catatan kritis.

"Tim Presiden Trump meyakini mereka dapat mewujudkan pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza. Kami sedang menelaahnya. Mereka mengirimkan rancangan kepada kami, tetapi kami tidak menyetujuinya. Itu bukan rancangan kami," tegas Netanyahu.

Netanyahu mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu dengan perwakilan Board of Peace dan mengeklaim mendapat jaminan militer. Jaminan tersebut menyatakan bahwa Israel hanya diwajibkan meninggalkan posisi pendudukan saat ini jika Hamas telah sepenuhnya melakukan demiliterisasi.

Sikap keras ini muncul di tengah tekanan internal dari mitra koalisi sayap kanan Israel yang mendesak Netanyahu menolak segala bentuk kesepakatan yang memungkinkan Hamas bertahan di Gaza. Hal ini mempertegas perbedaan visi antara Tel Aviv dan pemerintahan Trump mengenai peta jalan penghentian perang.

Rencana yang diusulkan Washington sebelumnya mengatur Hamas memulai pelucutan senjata secara bertahap, sementara Israel menghentikan operasi militer dan mundur dari sekitar 60% wilayah Gaza. Namun, Netanyahu bergeming dengan syarat utama bahwa penarikan pasukan tidak akan terjadi sebelum senjata Hamas habis.

Hingga saat ini, proses negosiasi masih menemui jalan buntu. Hamas menuntut penghentian serangan dan penarikan pasukan Israel terlebih dahulu sebelum memulai proses pelucutan senjata. Sementara itu, situasi kemanusiaan di Gaza kian memprihatinkan dengan jutaan warga kehilangan tempat tinggal dan angka kematian yang terus bertambah sejak gencatan senjata Oktober lalu. (AFP/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |