Nova Widianto Kembali ke Pelatnas PBSI Jadi Pelatih Ganda Campuran

14 hours ago 1
Nova Widianto Kembali ke Pelatnas PBSI Jadi Pelatih Ganda Campuran Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.(Antara)

PENGURUS Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi menunjuk Nova Widianto sebagai kepala pelatih ganda campuran pelatnas. Nova hadir untuk menggantikan posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh Rionny Mainaky.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa pemilihan Nova didasari oleh rekam jejak dan pemahamannya yang mendalam di sektor ganda. "Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih," ujar Eng Hian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/8).

Eng Hian menambahkan bahwa kehadiran Nova diharapkan mampu membawa energi baru serta meningkatkan daya saing pasangan ganda campuran Indonesia di kancah internasional. Penunjukan ini menandai periode kedua bagi Nova di Cipayung, setelah sebelumnya sempat menduduki posisi yang sama pada tahun 2021.

Nova mengisi kekosongan kursi kepelatihan setelah PBSI memutuskan berpisah dengan Rionny Mainaky dan asistennya, Amon Sunaryo, pada akhir Juli lalu. Keputusan tersebut diambil menyusul hasil evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan di sektor ganda campuran yang dinilai perlu penyegaran.

Sebelum kembali ke Indonesia, Nova baru saja menyelesaikan masa tugasnya sebagai kepala pelatih ganda campuran tim nasional Malaysia pada akhir Juli. Di Negeri Jiran, Nova mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa pasangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei menjadi ganda campuran Malaysia pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia BWF 2025 di Paris, Prancis.

Target Kejuaraan Dunia 2026

Tugas berat kini menanti Nova, terutama dalam mempercepat proses regenerasi pemain. Fokus terdekat adalah persiapan menuju Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang akan digelar di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus mendatang.

Dalam turnamen tersebut, Indonesia akan mengandalkan pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Di sisi lain, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan absen dari kejuaraan tersebut.

Sebagai mantan pemain, Nova Widianto memiliki reputasi mentereng. Saat berpasangan dengan Liliyana Natsir, ia sukses meraih gelar juara dunia dua kali (2005 dan 2007) serta medali perak Olimpiade Beijing 2008. Pengalaman juara inilah yang diharapkan PBSI dapat ditularkan kepada para atlet pelatnas guna mengembalikan kejayaan ganda campuran Indonesia di jajaran elite dunia. (Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |