Operasi Ketupat 2026: Angka Kematian Kecelakaan di Jabar Turun Drastis

7 hours ago 6

Foto udara antrean kendaraan saat pemberlakukan pengalihan arus truk di gerbang tol Cilegon Timur, Kota Cilegon, Banten, Jumat (13/3/2026). Memasuki masa Operasi Ketupat Lebaran 2026, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan melarang truk menyeberang melalui Pelabuhan Merak dan dialihkan keluar tol Cilegon Timur untuk menyeberang melalui Pelabuhan Pelindo 2 Ciwandan guna mengurai kepadatan antrean mobil pribadi dan bus di Pelabuhan Merak.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK -- Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Jawa Barat (Jabar) turun tajam. Memasuki hari ketiga operasi, penurunan mencapai sekitar 91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Agus mengungkapkan hal tersebut saat meninjau Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Ahad (15/3/2026). Ia menerima paparan dari jajaran Polda Jabar terkait pengelolaan keamanan serta manajemen lalu lintas selama arus mudik.

“Dan bahkan indikator fatalitas korban ada penurunan dari tahun yang lalu sampai 91 persen. Tahun lalu 26 orang meninggal, sekarang baru satu orang,” kata Kakorlantas, dikutip Senin (16/3/2026).

Menurutnya, penurunan angka fatalitas tersebut menjadi indikator penting keberhasilan pengamanan lalu lintas pada fase awal Operasi Ketupat tahun ini. Pemantauan kecelakaan di Jabar juga dilakukan menggunakan sistem basis data keselamatan jalan terintegrasi.

Agus menerangkan data kecelakaan dihimpun melalui Integrated Road Safety Management System yang digunakan untuk memantau perkembangan keselamatan lalu lintas di wilayah tersebut.

“Mungkin khusus wilayah Jawa Barat, karena ada Integrated Road Safety Management System di tingkat provinsi yang mendata kecelakaan. Fatalitas korban turun 91 persen,” ujarnya.

Selain pemantauan kecelakaan, Korlantas Polri juga memanfaatkan sistem digital untuk memantau pergerakan kendaraan secara real time. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah rekayasa lalu lintas ketika terjadi lonjakan kendaraan menuju jalur Trans Jawa.

Agus memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada pertengahan pekan ini. Rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way disiapkan sesuai parameter volume kendaraan yang melintas di jalur tol.

“Kita sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau, memutuskan, dan mencari data riil. Diperkirakan tanggal 17 sampai 18 itu arus puncak,” ucapnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |