REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Puluhan orang tua anak yang diduga menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, ramai-ramai mendatangi Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). Mereka dari Sabtu siang hingga sore bergantian datang untuk membuat laporan serta memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi dan dialami anak mereka.
Pantauan Republika, kedatangan para orang tua diwarnai emosi. Beberapa di antaranya tampak menangis, ada juga yang kebingungan, tak menyangka anak yang dititipkan untuk dirawat justru diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi oleh para pengasuh di daycare tersebut.
Salah satunya, Khairunisa. Dia mengungkapkan anaknya yang baru berusia 1,5 tahun diduga mengalami kekerasan selama dititipkan di daycare tersebut.
"Saya melapor sekaligus melihat kejadian kemarin, dan memang anak saya terlihat kondisi tangannya diikat di sini. Diikat dan dibedong. Pakaiannya cuma pampers juga," katanya di Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).
"Ditiduri tanpa dikasih bantal ataupun kasur," ujarnya menambahkan.
Dia mengaku selama ini tidak menaruh curiga karena pihak daycare rutin mengirimkan laporan aktivitas harian secara pribadi kepada orang tua. Namun, kejanggalan mulai terasa saat anaknya pulang dalam kondisi ketakutan, hingga menunjukkan perubahan perilaku.
Perubahan lain juga dirasakan, seperti anak yang tiba-tiba tidak mau tidur di kasur dan lebih memilih di lantai tanpa bantal. Selain itu, anaknya juga mengalami batuk yang tak kunjung sembuh sejak dititipkan di daycare tersebut.
Hal senada disampaikan orang tua lain berinisial S. Dia mengatakan awalnya tertarik dengan Daycare Little Aresha karena promosi fasilitas yang terlihat meyakinkan. Namun, akses orang tua ke dalam area daycare dibatasi dengan alasan steril.
"Orang tua hanya menerima laporan harian. Tapi setelah kasus ini terbongkar, kami menduga foto dan laporan itu hanya settingan," ungkapnya.
Dari informasi yang diterima, diduga terdapat pola asuh yang tidak layak, seperti bayi yang dibedong hampir sepanjang hari, anak diikat agar tidak bergerak dan perilaku tidak manusiawi lainnya yang baru disadari.
"Kami ke Polresta dalam rangka mengawal kasus yang diduga ada tindak pidana penganiayaan anak dari hasil penggerebekan hari Jumat," ujarnya.
Sementara, orang tua lainnya, Miko juga mengaku kaget usai viralnya daycare tersebut. Dia menitipkan kedua anaknya yang masih berusia 5,5 tahun dan 2 tahun.
"Waktu saya jemput anak saya, (ada yang cerita) katanya ada perilaku yang tidak seharusnya dilakukan pengasuh ke anak didik," katanya.
"Anak saya dua yang saya titipkan di sana, yang gede itu 5,5 tahun dari usia 15 bulan saya titipkan di sana, dan yang kecil umur 2 tahun. Saya baru tahu, kemarin lewat kaget, ada apa ramai-ramai," ucapnya menambahkan.
Dia berharap ada penyelesaian secara hukum atas apa yang terjadi. "Saya masih berbaik sangka, kami semua masih menunggu (prosesnya dari pihak kepolisian)," katanya.

4 hours ago
1















































