Gubernur Jakarta DKI Jakarta Pramono Anung meninjau stand UMKM di sela penutupan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta, Jumat (24/7/2026(MI/Usman Iskandar.)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal pemasangan pagar oleh pengelola mal di Ibu Kota. Ia meminta pengelola untuk tidak memasang pagar pembatas secara berlebihan. Menurutnya, langkah tersebut hanya bersifat sementara karena didorong kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan.
Pramono mengatakan, akan segera meminta seluruh pagar yang dipasang di sejumlah mal akan diminta untuk dilepas. Menurutnya rasa khawatir yang berlebihan justru dapat menimbulkan kesan negatif di tengah masyarakat.
“Yang kedua berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati, mungkin bagian dari kekhawatiran. Tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta pagar-pagar itu dilepas kembali. Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik,” kata Pramono di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).
Ia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama TNI, Polri, dan aparat penegak hukum lainnya terus berkoordinasi untuk menjaga keamanan ibu kota. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir dalam beraktivitas maupun mengunjungi ruang-ruang publik.
“Saya sebagai Gubernur Jakarta berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan aparat penegak hukum lainnya. Kami akan menjaga Jakarta. Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang menikmati Jakarta, seperti hari ini kita semua menikmati Blok M,” ujarnya.
Saat ditanya kekhawatiran yang dimaksud, Pramono mengaitkannya dengan situasi yang sempat terjadi pada Agustus tahun lalu. Meski demikian, ia optimistis kondisi serupa tidak akan terulang.
“Ya kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu. Tapi mudah-mudahan tidak. Saya yakin tidak,” tegas Pramono. (H-4)


















































