Palantir Luncurkan Pusat Data Mobile AI untuk Operasi Militer di Medan Tempur

3 days ago 4
Palantir Luncurkan Pusat Data Mobile AI untuk Operasi Militer di Medan Tempur Palantir dan Armada memperkenalkan pusat data mobile berbasis kontainer dengan AI Nvidia untuk memproses data intelijen langsung di medan tempur tanpa bergantung pada cloud.(Wired)

PALANTIR Technologies bersama perusahaan infrastruktur Armada memperkenalkan pusat data (data center) mobile berbasis kontainer yang dirancang untuk mendukung operasi militer di medan tempur. Sistem ini memungkinkan pemrosesan data berbasis kecerdasan buatan (AI) dilakukan langsung di lapangan tanpa bergantung pada koneksi cloud secara terus-menerus.

Setiap unit menggunakan kontainer pengiriman standar yang di dalamnya berisi server, perangkat penyimpanan data, jaringan, serta sistem pendingin. Komputasi AI didukung akselerator Nvidia B300, sementara platform Artificial Intelligence Platform (AIP) milik Palantir digunakan untuk menghubungkan model AI dengan berbagai sistem operasional militer.

Berbeda dengan layanan cloud konvensional, pusat data mobile ini tetap dapat beroperasi meski terputus dari jaringan internet atau sengaja diisolasi demi alasan keamanan. Dengan begitu, data dari sensor maupun perangkat pengintai dapat diproses langsung di lokasi sehingga membantu mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

Pendekatan ini juga dinilai lebih tangguh karena tidak bergantung pada satu pusat data. Jika salah satu unit mengalami gangguan atau hancur, unit lain tetap dapat beroperasi dan memproses informasi secara mandiri.

CEO Palantir, Alex Karp, mengatakan perkembangan teknologi di medan perang Ukraina menunjukkan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi pertempuran. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi negara-negara sekutu dalam memanfaatkan AI untuk kebutuhan pertahanan.

Meski demikian, hingga kini belum ada verifikasi independen mengenai kinerja sistem tersebut dalam kondisi tempur yang sebenarnya. Palantir maupun Armada juga belum mempublikasikan hasil pengujian operasional di medan perang.

Penggunaan pusat data mobile sebenarnya bukan konsep baru. Namun, kemampuan untuk menjalankan AI secara mandiri di zona konflik dengan konektivitas yang terbatas menjadi pembeda utama dari teknologi yang dikembangkan Palantir dan Armada.

Peluncuran teknologi ini menunjukkan tren baru di sektor pertahanan, yaitu memindahkan kemampuan komputasi dan AI lebih dekat ke lokasi operasi. Dengan cara tersebut, analisis intelijen dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus mengirim seluruh data ke pusat komputasi yang berada jauh dari medan tempur.

Meski menawarkan berbagai keunggulan, efektivitas teknologi ini masih harus dibuktikan melalui penggunaan di kondisi nyata. Faktor seperti serangan fisik, cuaca ekstrem, hingga gangguan komunikasi akan menjadi tantangan yang menentukan keberhasilan sistem tersebut di lapangan. (United 24 Mobile/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |