Panduan Terbaru Skrining Kanker Serviks yang Wajib Diketahui

2 weeks ago 10
Panduan Terbaru Skrining Kanker Serviks yang Wajib Diketahui Ilustrasi(Magnific)

KANKER serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan disembuhkan apabila terdeteksi sejak dini. Langkah krusial dalam upaya pencegahan ini adalah pelaksanaan skrining secara berkala, yang memungkinkan tenaga medis menemukan perubahan sel prabawa kanker sebelum berkembang menjadi penyakit yang mengancam jiwa.

Edukasi dan kesadaran mengenai jadwal serta metode skrining yang tepat menjadi kunci utama bagi setiap perempuan dalam menjaga kesehatan reproduksinya.

Metode Skrining Utama: Tes HPV dan Pap Smear

Dalam praktiknya, terdapat dua metode utama yang digunakan untuk prosedur skrining kanker serviks:

  • Tes HPV (Human Papillomavirus): Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan DNA atau RNA dari galur HPV risiko tinggi di dalam sel-sel serviks. Virus HPV merupakan penyebab utama hampir seluruh kasus kanker serviks.
  • Tes Pap (Pap Smear): Pemeriksaan cytological ini dilakukan dengan mengambil sampel sel dari serviks untuk memeriksa adanya perubahan sel yang tidak normal (atipikal) atau berpotensi menjadi kanker.
  • Tes Kombinasi (Co-testing): Prosedur yang menggabungkan tes HPV dan Pap smear secara bersamaan dari satu sampel yang sama untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih komprehensif.

Rekomendasi Usia dan Frekuensi Pemeriksaan

Pedoman medis terbaru menekankan pentingnya menyesuaikan jenis dan frekuensi skrining berdasarkan kelompok usia:

  • Usia di Bawah 21 Tahun: Skrining umumnya tidak direkomendasikan, terlepas dari usia awal aktivitas seksual, karena risiko kanker serviks pada kelompok usia ini sangat rendah dan infeksi HPV sering kali sembuh dengan sendirinya.
  • Usia 21 hingga 29 Tahun: Perempuan dalam kelompok usia ini disarankan menjalani tes Pap setiap 3 tahun sekali. Pemeriksaan HPV secara mandiri tidak direkomendasikan untuk kelompok ini kecuali jika hasil tes Pap menunjukkan kondisi abnormal.
  • Usia 30 hingga 65 Tahun: Kelompok usia ini memiliki beberapa opsi skrining yang efektif, yaitu:
  1. Tes HPV primer setiap 5 tahun sekali (metode yang paling direkomendasikan).
  2. Tes kombinasi (co-testing) berupa tes HPV dan Pap smear setiap 5 tahun sekali.
  3. Tes Pap saja setiap 3 tahun sekali.
  • Usia di Atas 65 Tahun: Skrining dapat dihentikan jika pasien memiliki riwayat hasil pemeriksaan yang konsisten negatif dalam 10 tahun terakhir dan tidak memiliki riwayat lesi pra-kanker tingkat tinggi dalam 25 tahun terakhir.

Pentingnya Konsistensi dan Vaksinasi

Selain melakukan skrining rutin, pemberian vaksin HPV juga menjadi pilar penting dalam pencegahan sekunder dan primer. Vaksinasi efektif melindungi tubuh dari galur HPV paling berbahaya yang paling sering memicu kanker.

Dengan memahami dan mematuhi panduan skrining ini, perempuan dapat mengambil langkah proaktif dalam melindungi diri dari risiko kanker serviks serta memastikan penanganan medis yang cepat jika ditemukan kelainan sejak dini. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |