Pangeran William Berduka atas Wafatnya Nirmal 'Nimsdai' Purja, Pendaki 14 Gunung Tertinggi Dunia

3 days ago 3
Pangeran William Berduka atas Wafatnya Nirmal 'Nimsdai' Purja, Pendaki 14 Gunung Tertinggi Dunia Pangeran William(Ian Forsyth / POOL / AFP)

PANGERAN William menyampaikan penghormatan kepada Nirmal Purja, pendaki gunung ternama dunia yang meninggal dunia setelah terkena longsoran salju di Gunung Broad Peak, Pakistan.

Pangeran Wales menyebut Purja sebagai “salah satu pendaki gunung terbesar di dunia” dan sosok yang “benar-benar unik”. Ia mengaku sangat sedih atas kepergian pendaki asal Nepal tersebut yang sebelumnya pernah bertugas di pasukan khusus Inggris.

Purja, yang dikenal dengan nama Nims, sedang memimpin ekspedisi beranggotakan 10 orang di Broad Peak dengan ketinggian 8.051 meter, gunung tertinggi ke-12 di dunia yang berada di wilayah utara Pakistan. Longsoran terjadi pada Kamis sekitar tengah hari saat tim berada dalam perjalanan pendakian.

Perusahaan ekspedisi yang didirikan bersama Purja, Elite Exped, mengonfirmasi bahwa mantan prajurit Angkatan Darat Inggris dan Royal Marines tersebut meninggal dunia dalam tragedi itu.

Klub Alpen Pakistan kemudian menyatakan pada Sabtu bahwa tidak ada satu pun anggota kelompok ekspedisi tersebut yang berhasil selamat.

Pangeran William Kenang Dedikasi dan Kerendahan Hati Purja

Melalui unggahan di platform X, Pangeran William menyampaikan rasa dukanya atas meninggalnya Purja dan para korban lain dalam longsor Broad Peak.

“Saya sangat sedih mendengar kabar tragis meninggalnya Nirmal Purja dan mereka yang kehilangan nyawa dalam longsoran di Broad Peak,” tulis Pangeran William.

“Nims mengabdi dengan penuh kehormatan di Angkatan Bersenjata Inggris sebelum menjadi salah satu pendaki gunung terbesar di dunia, sekaligus membawa nama pendaki Nepal ke panggung dunia.”

Menurut Pangeran William, tekad Purja dalam mengejar hal-hal yang dianggap mustahil, dipadukan dengan sikap rendah hati dan kepeduliannya terhadap orang lain, menjadikannya sosok yang sangat istimewa.

“Pikiran saya bersama keluarganya dan keluarga semua orang yang meninggal dunia,” tambahnya.

Elite Exped Konfirmasi Kepergian Purja dan Anggota Tim

Elite Exped juga menyampaikan kabar duka melalui akun Instagram resminya.

“Dengan kesedihan mendalam dan hati yang hancur, hari ini kami mengonfirmasi bahwa Nirmal ‘Nimsdai’ Purja secara tragis kehilangan nyawanya setelah longsoran di Broad Peak. Kami juga menerima konfirmasi bahwa anggota lain dari ekspedisi ini tidak selamat,” tulis Elite Exped.

Perusahaan tersebut mengatakan mereka tidak hanya berduka atas kehilangan Purja, tetapi juga seluruh korban tragedi tersebut, termasuk rekan pendakian sekaligus pemandunya, Pur Bahadur Gurung (Yukta) dan Nima Sherpa.

“Kami menyampaikan doa dan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan orang-orang terkasih mereka. Tidak ada kata-kata yang dapat menghapus rasa sakit akibat kehilangan yang tidak terbayangkan ini,” ujar Elite Exped.

Broad Peak, Gunung dengan Risiko Ekstrem

Broad Peak merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Karakoram dan menjadi gunung tertinggi ke-12 di dunia.

Kecelakaan dalam ekspedisi pendakian di wilayah utara Pakistan cukup sering terjadi akibat berbagai faktor, seperti longsoran salju, jatuhan es dan batu, kondisi ketinggian ekstrem, serta perubahan cuaca yang cepat.

Tim penyelamat sebelumnya telah melakukan pencarian terhadap para pendaki yang hilang meskipun menghadapi cuaca buruk. Mereka menemukan empat jenazah, termasuk Nadhira Al Harthy asal Oman dan Pur Bahadur Gurung “Yukta” dari Nepal.

Keluarga pendaki asal Amerika Serikat, Mallory Geis, menggambarkan dirinya sebagai sosok “cahaya terang yang sangat dicintai keluarga dan teman-temannya”.

Nirmal Purja, Pendaki yang Menaklukkan Zona Kematian

Nirmal Purja, 43 tahun, merupakan warga negara Inggris yang dianugerahi gelar MBE (Member of the Order of the British Empire) dan dikenal sebagai salah satu pendaki paling berpengaruh di dunia.

Pada 2019, ia mencetak sejarah dengan mendaki 14 puncak tertinggi dunia yang memiliki ketinggian lebih dari 8.000 meter hanya dalam waktu enam bulan.

Rekor tersebut kemudian dipecahkan oleh pendaki asal Norwegia, Kristin Harila, empat tahun setelah pencapaian Purja.

Kisah luar biasanya menjadi sorotan dalam film dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible. Dokumenter tersebut menampilkan perjalanan Purja menaklukkan puncak-puncak yang dikenal berada dalam “zona kematian”, dimulai dari Annapurna pada 23 April 2019, kemudian Everest pada Mei, dan K2 pada Juli.

Purja juga tampil dalam dokumenter Disney+ Finding Michael. Ia diminta oleh Spencer Matthews, mantan bintang acara Made in Chelsea, untuk membantu menemukan jenazah kakaknya, Michael Matthews, pendaki Inggris termuda yang berhasil mencapai puncak Everest sebelum hilang di gunung tersebut pada 1999.

Matthews mengunggah foto bersama Purja di Instagram dan menyebut kabar dari Broad Peak sebagai sesuatu yang “menghancurkan hati”.

“Pegunungan menginspirasi kita melalui keindahannya, tetapi juga menuntut rasa hormat yang besar. Setiap orang yang memasuki dunia itu memahami risikonya, namun mereka tetap melangkah karena rasa ingin tahu, tujuan, semangat, dan kecintaan terhadap tempat yang hanya sedikit orang bisa rasakan,” tulis Matthews.

Ia juga menyampaikan bahwa banyak keluarga, teman, dan rekan satu tim kini menghadapi kehilangan yang sangat berat.

“Semoga mereka yang telah pergi dikenang bukan hanya karena bagaimana mereka meninggal, tetapi karena bagaimana mereka hidup, keberanian yang mereka tunjukkan, dan kehidupan yang mereka sentuh,” ujarnya.

Sosok dengan Semangat Pantang Menyerah

Petualang Inggris Bear Grylls juga memberikan penghormatan kepada Purja. Ia menyebut kabar tersebut sebagai sesuatu yang menyedihkan bagi banyak pendaki di seluruh dunia yang mengenal sosok luar biasa tersebut.

“Kami tidak akan pernah melupakanmu, Nims, dan semangatmu yang tidak pernah berhenti,” tulis Grylls.

Purja lahir di Nepal dan mengabdi di militer selama 16 tahun. Berdasarkan situs resminya, ia menjadi orang Nepal pertama yang bergabung dengan SBS (Special Boat Service), salah satu unit pasukan khusus Inggris.

Pada 2016, ia melampaui batas kemampuan manusia ketika menyelamatkan seorang pendaki yang terjebak di “zona kematian Everest”. Ia membawa pendaki tersebut ke tempat aman seorang diri.

Atas pencapaiannya dalam dunia pendakian gunung ekstrem, Purja dianugerahi penghargaan MBE oleh Ratu Elizabeth II pada 2018. Ia juga tercatat memegang 18 rekor dunia Guinness berkat berbagai prestasi pendakiannya.

Kepergian Nirmal Purja menjadi kehilangan besar bagi dunia pendakian internasional. Ia tidak hanya dikenang sebagai pemecah rekor, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki keberanian, kepedulian, dan semangat kemanusiaan di tengah tantangan alam paling ekstrem. (Z-4)

Sumber: newssky

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |