Pasokan Berkurang, Harga Sejumlah Komoditas Pasar Induk Cibitung Naik

4 days ago 4
Pasokan Berkurang, Harga Sejumlah Komoditas Pasar Induk Cibitung Naik Aktivitas pedagang sayuran melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026)(MI/USMAN ISKANDAR)

HARGA sejumlah komoditas barang pokok di Pasar Induk Cibitung mengalami kenaikan tipis pada Selasa (18/8). Kenaikan terutama terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah yang dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.

Staf Bahan Pokok Penting (Bapokting) Pasar Induk Cibitung, Abdul Rohman, mengatakan, kenaikan harga masih dalam batas wajar dan belum memberikan dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

“Untuk hari ini ada kenaikan sedikit. Kemarin pasokan yang masuk berkurang karena para pemetik banyak yang mengikuti kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan,” ujar Abdul Rohman saat memantau perkembangan harga komoditas di Pasar Induk Cibitung, Rabu (19/8).

Ia menjelaskan, harga cabai rawit merah super saat ini berada di kisaran Rp43 ribu per kilogram, sedangkan kualitas nomor 2 sekitar Rp38 ribu/kg. Sementara itu, cabai merah keriting super berada di kisaran Rp25 ribu/kg.

Untuk cabai rawit merah secara umum, harga berada pada rentang Rp25 ribu-Rp35 ribu/kg, tergantung kualitas dan daerah asal. Adapun bawang merah berada pada kisaran Rp20 ribu-Rp25 ribu/kg.

Menurut Abdul Rohman, kenaikan harga rata-rata berada di kisaran Rp3 ribu-Rp5 ribu/kg. Kondisi itu dinilai masih fluktuatif karena sangat bergantung pada jumlah pasokan yang masuk ke pasar.

“Kalau pasokan malam nanti masuk lebih banyak, harga bisa kembali turun. Jadi memang belum bisa diprediksi secara pasti,” jelasnya.

Selain cabai dan bawang merah, komoditas sayuran seperti kacang panjang juga mengalami kenaikan. Harga kacang panjang kualitas super di tingkat Pasar Induk Cibitung mencapai sekitar Rp20 rb/kg. Kenaikan itu antara lain dipengaruhi kondisi cuaca dan berkurangnya ketersediaan air di daerah produksi.

Abdul Rohman menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan pasokan komoditas secara rutin. Hasil pemantauan di lapangan kemudian dilaporkan untuk menjadi bahan evaluasi, khususnya ketika terjadi perubahan harga pada periode tertentu.

“Pasokan sebenarnya banyak, tetapi yang menjadi kendala sekarang pemetiknya berkurang. Kami mendorong para pengirim agar aktivitas pemetikan kembali normal sehingga pasokan ke pasar juga kembali lancar,” katanya.
Daya beli masyarakat

Ia memastikan kondisi daya beli masyarakat di pasar saat ini masih relatif normal, meski belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Karena itu, kenaikan harga yang terjadi belum terlalu berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan.

Kepada masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional, Abdul Rohman mengimbau agar tetap cermat memilih komoditas dengan mempertimbangkan kualitas dan harga.

"Masyarakat juga dapat melakukan negosiasi dengan pedagang secara wajar untuk mendapatkan harga yang sesuai," pungkasnya. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |