Perkumpulan atlet tunarunggu.(Dok. Kemenpora)
PERKUMPULAN Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) memberikan klarifikasi tegas terkait informasi adanya atlet tunarungu Indonesia yang disebut harus menggalang donasi masyarakat untuk mengikuti ajang olahraga internasional. Melalui akun media sosial resminya, PATRIN menyatakan tidak mengetahui maupun menerima koordinasi resmi terkait penggalangan dana tersebut.
Organisasi tersebut menekankan bahwa selama ini pengiriman atlet tunarungu Indonesia ke kompetisi internasional selalu menempuh mekanisme dan koordinasi resmi. Proses ini melibatkan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Terkait adanya informasi bahwa atlet tunarungu harus melakukan penggalangan donasi dari masyarakat, PATRIN sebagai organisasi yang menaungi olahraga atlet tunarungu Indonesia menyatakan bahwa kami tidak mengetahui dan tidak menerima koordinasi resmi terkait hal tersebut,” tulis pernyataan resmi PATRIN, Minggu (30/8).
PATRIN memastikan akan segera melakukan langkah koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan kejelasan. Hal ini dilakukan guna menelusuri bagaimana proses pengiriman atlet tersebut bisa berlangsung tanpa adanya koordinasi resmi dengan PATRIN, NPCI, maupun Kemenpora.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PATRIN, Agung Baghaskoro, menegaskan bahwa PATRIN merupakan satu-satunya organisasi resmi di Indonesia yang diakui oleh International Committee of Sports for the Deaf (ICSD). Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dimyati Hakim, organisasi ini memiliki legitimasi penuh dalam pembinaan dan pengiriman atlet.
“Kami tegaskan, PATRIN atau IADA di internasional adalah organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui oleh ICSD. Kami yang memiliki legitimasi untuk menaungi, membina, dan mengirimkan atlet Tunarungu Indonesia ke ajang resmi internasional,” ujar Agung.
Selain memberikan klarifikasi, PATRIN turut menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora atas dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan atlet tunarungu. Organisasi berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dan profesionalisme agar setiap atlet memiliki kesempatan berprestasi melalui jalur yang terkoordinasi dengan baik. (Z-10)


















































