Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati.(Dok BNPB)
PEMERINTAH melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat penanganan dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah provinsi di Indonesia. Langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penyediaan fasilitas kesehatan hingga mobilisasi ribuan tenaga medis ke wilayah terdampak.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiagakan pos pelayanan kesehatan di 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit (RS) rujukan, serta 87 laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) yang difungsikan untuk pengujian kualitas udara.
"Untuk penanganan dan pemantauannya, kita sudah siapkan pos pelayanan kesehatan di 1.691 puskesmas. Kemudian, mobilisasi bantuan logistik juga dilakukan di wilayah-wilayah yang terdampak karhutla," ujar Widyawati dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/9).
Mobilisasi Tenaga Medis dan Logistik
Kemenkes mengerahkan kekuatan penuh dengan mengirimkan total 18.457 dokter umum ke lokasi terdampak. Selain itu, dikerahkan pula tenaga spesialis yang terdiri dari 189 dokter spesialis paru, 238 spesialis THT, 280 spesialis mata, dan 212 spesialis dermatologi untuk menangani keluhan spesifik masyarakat.
Hingga 9 September 2026, bantuan logistik kesehatan telah didistribusikan secara masif, meliputi:
- 980.315 lembar masker dan 36 tabung oksigen.
- 277 unit oxygen concentrator (OC).
- 41.000 pasang sarung tangan dan 4.908 alat pelindung diri (APD).
- 120 unit face shield, 9 unit air purifier, serta 248 dus pemberian makanan tambahan (PMT).
Data Penduduk Terdampak di 7 Provinsi
Berdasarkan data Kemenkes, terdapat sekitar 12,5 juta penduduk yang terdampak karhutla di tujuh provinsi. Sebaran penduduk terdampak meliputi:
| Kalimantan Barat | 3,9 juta orang |
| Kalimantan Tengah | 2,8 juta orang |
| Kalimantan Selatan | 2,2 juta orang |
| Jambi | 1,8 juta orang |
| Riau | 1,2 juta orang |
| Sumatera Selatan | 398 ribu orang |
| Kalimantan Timur | 436 orang |
Dari total tersebut, tercatat 324 penduduk mengalami dampak berat hingga harus menjalani rawat inap, 23 orang terdampak ringan, 45 orang berada di pengungsian, dan 4 orang dilaporkan meninggal dunia.
Waspada Penyakit akibat Asap
Kemenkes terus memantau risiko penyakit yang muncul akibat paparan asap karhutla, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, asma, serta iritasi pada mata dan kulit. Selain layanan pengobatan, pemerintah juga melakukan surveilans kualitas udara dalam ruang di permukiman berisiko.
"Kami juga telah menerbitkan surat kewaspadaan karhutla bagi dinas kesehatan di daerah agar tetap siaga," pungkas Widyawati. Selain fasilitas fisik, pemerintah turut menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 dan Tenaga Kesehatan Cadangan (TCK) untuk merespons kondisi darurat di lapangan. (I-2)


















































