Dua orang pria berpose dengan membawa foto pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam unjuk rasa di Teheran, Iran, Rabu (29/4/2026).(Xinhua/Shadati)
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan seruan kuat kepada para pemimpin negara-negara Islam untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi pihak yang disebutnya sebagai "musuh sejati bersama". Dalam pesan resminya, Khamenei secara spesifik menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai ancaman utama terhadap integritas umat Islam global.
Pesan tersebut dibacakan dalam rangka peringatan Pekan Persatuan Islam pada Minggu (30/8) dan disiarkan melalui televisi nasional Iran, IRIB. Khamenei menekankan pentingnya empati dan kewaspadaan kolektif, terutama bagi negara-negara di kawasan Asia Barat dan Teluk.
"Rekomendasi berulang dan empati saya kepada para pemimpin negara Islam adalah supaya mereka dapat melihat musuh sejati, memahami rencana musuh itu, dan melawannya," tegas Khamenei dalam pesan tersebut.
Visi Peradaban Islam
Khamenei menilai bahwa persatuan di antara negara-negara Muslim bukan sekadar aliansi politik, melainkan fondasi penting untuk mencapai peradaban Islam yang dicita-citakan. Ia mendesak para pemimpin Muslim untuk memahami strategi pihak-pihak yang dianggap merongrong persahabatan antarnegara Islam.
"AS dan Israel adalah musuh sejati dari persatuan dan persahabatan ini," ucapnya. Ia menambahkan bahwa kedua negara tersebut tidak hanya menjadi lawan bagi Iran, tetapi juga ancaman bagi dunia Islam secara keseluruhan.
Kronologi Eskalasi Ketegangan
Pernyataan ini muncul di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang kembali memanas. Hubungan antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv telah melewati serangkaian fase konflik militer dan diplomasi yang gagal sepanjang tahun ini.
| Akhir Februari | Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran; dibalas Teheran ke aset militer AS di kawasan. |
| April | Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. |
| Juni | Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk perdamaian permanen. |
| Juli - Agustus | Kesepakatan gagal; terjadi serangkaian serangan balasan selama dua pekan. |
| Agustus (Terkini) | Presiden AS Donald Trump memerintahkan penghentian serangan secara tiba-tiba untuk ruang dialog. |
Meskipun Presiden AS Donald Trump baru-baru ini memerintahkan penghentian serangan untuk membuka ruang dialog, ketidakpastian tetap menyelimuti hubungan kedua negara. Seruan Mojtaba Khamenei ini mencerminkan posisi keras Teheran yang tetap memandang kehadiran AS dan Israel di kawasan sebagai hambatan utama bagi stabilitas dunia Islam. (Anadolu/Fer/I-1)


















































