Pencarian Jurnalis Hilang: TNI AL Temukan Pelampung di Selat Sunda, Tunggu Identifikasi Basarnas

1 week ago 7
 TNI AL Temukan Pelampung di Selat Sunda, Tunggu Identifikasi Basarnas ilustrasi(Antara)

TNI Angkatan Laut (AL) tengah menunggu proses identifikasi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terkait temuan objek berupa pelampung dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Perairan Selat Sunda. Para korban dilaporkan hilang kontak saat sedang meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Danlanal Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, mengungkapkan bahwa temuan tersebut diperoleh oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer pada Kamis (10/9) sekitar pukul 15.10 WIB. Objek ditemukan pada koordinat 6 derajat 4 menit 40 detik Lintang Selatan dan 105 derajat 45 menit 17 detik Bujur Timur.

"KAL Anyer melihat objek yang diduga sebagai swam vest atau life jacket berwarna oranye. Setelah didekati, objek tersebut diambil dan diangkat. Di sekitar lokasi juga ditemukan pelampung berbentuk botol berwarna putih," ujar Wawan di Posko SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten.

Wawan menjelaskan, lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 7,5 nautical mile di sisi barat Suar Tanjung Koneng Anyar, atau sekitar 20 nautical mile di sisi timur laut dari posisi Gunung Anak Krakatau. Saat ini, barang bukti tersebut sedang dibawa ke Posko SAR Gabungan untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Meski telah ditemukan objek yang diduga milik korban, Wawan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai status para jurnalis dan awak kapal tersebut sebelum ada pernyataan resmi dari Basarnas.

"Mari kita sama-sama bersabar menunggu hasil identifikasi. Diharapkan tidak ada yang membuat pernyataan sebelum hasil resmi keluar," tuturnya. Selain identifikasi oleh Basarnas, Lanal Banten berencana melakukan konfirmasi kepada pihak penyewa kapal untuk mencocokkan karakteristik barang temuan tersebut.

Pencarian Udara Masih Nihil

Di sisi lain, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa operasi pencarian melalui jalur udara yang dilakukan pada hari yang sama belum membuahkan hasil. Pantauan langsung dari udara belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, baik di perairan maupun di daratan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau.

"Hasil operasi hari ini dari enam sektor yang ada di lapangan akan dilaporkan ke posko gabungan. Secara pribadi, melalui pantauan pesawat tadi, saya memang belum melihat (keberadaan korban)," kata Syafii.

Kendati demikian, Syafii menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan secara intensif selama tujuh hari ke depan sesuai dengan standar pedoman internasional (IAMSAR Guidelines). Proses pencarian ini melibatkan koordinasi lintas sektoral yang ketat, termasuk dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta BMKG guna memantau kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik di lokasi pencarian. (Ant/E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |