Peran Geologi Bawah Tanah dalam Pembentukan Lapisan Es Antartika

2 weeks ago 27
Peran Geologi Bawah Tanah dalam Pembentukan Lapisan Es Antartika Ilustrasi(Magnific)

Kondisi geologi yang berada jauh di bawah permukaan es ternyata memegang peranan krusial dalam membentuk dan memengaruhi dinamika lapisan es di Antartika. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor pembentuk es tidak hanya terbatas pada suhu ekstrem dan perubahan iklim atmosfer, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur batuan dasar (bedrock) yang terbentuk jutaan tahun lalu.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience, para peneliti berhasil mengidentifikasi struktur geologi masif yang tersembunyi di bawah Lapisan Es Antartika Timur. Struktur ini dikenal sebagai East Antarctic Fan-Shaped Basin Province, sebuah rangkaian cekungan raksasa berbentuk kipas yang terletak di sekitar wilayah Kutub Selatan.

Jejak Tektonik Gondwana

Data geofisika dan topografi bawah es menunjukkan bahwa cekungan-cekungan ini terbentuk akibat aktivitas tektonik sekitar 150 juta tahun lalu. Proses tersebut berkaitan dengan peregangan kerak bumi atau ekstensi tektonik yang terjadi sesaat sebelum pecahnya superbenua Gondwana.

Lanskap bawah permukaan ini menciptakan jalur-jalur alami yang mengarahkan aliran es. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai pengaruh struktur geologi terhadap lapisan es:

Fitur Geologi Dampak pada Lapisan Es
Cekungan (Basin) Menampung volume es besar dan menentukan arah aliran utama.
Batas Struktur Berhubungan langsung dengan lokasi gletser-gletser besar.
Bedrock (Batuan Dasar) Memengaruhi posisi grounding line (titik es mulai mengapung).
Panas Bumi Struktur kerak bumi memengaruhi distribusi panas dari dalam bumi ke dasar es.

Implikasi terhadap Perubahan Iklim

Kajian lain dalam Nature Communications mempertegas bahwa bentuk permukaan di bawah es sangat menentukan stabilitas grounding line. Wilayah ini sangat sensitif karena menjadi titik penentu apakah es akan tetap berada di daratan atau mulai mencair ke lautan.

Penelitian pada tahun 2025 juga berhasil mengidentifikasi permukaan daratan purba yang terkubur. Temuan ini membuktikan bahwa proses geologi jutaan tahun lalu masih aktif berperan dalam membentuk kondisi di wilayah pinggiran lapisan es saat ini. Dengan memahami topografi tersembunyi ini, ilmuwan dapat memprediksi lebih akurat bagaimana volume es Antartika akan merespons pemanasan global, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kenaikan permukaan laut dunia.

Catatan Peneliti: Pemahaman mengenai geologi bawah es menjadi kunci untuk memetakan masa depan Antartika. Tanpa data topografi batuan dasar yang akurat, model prediksi kenaikan air laut akan kehilangan variabel fundamentalnya.

Melalui kombinasi data geofisika canggih, para ilmuwan kini terus memetakan lanskap yang selama ini tertutup es tebal guna meningkatkan akurasi mitigasi dampak perubahan lingkungan di masa depan. Sumber: Nature Geoscience, Nature Communications.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |