Ilustrasi(magnifik)
NIKOTIN identik dengan rokok dan kecanduan sehingga sering dianggap sebagai penyebab utama kanker.
Padahal, senyawa ini dikenal terutama karena sifatnya yang sangat adiktif, sementara risiko kanker akibat penggunaan tembakau berkaitan dengan berbagai zat berbahaya dan karsinogenik yang terkandung dalam produk tembakau.
Lantas, mengapa nikotin tidak dikategorikan sebagai zat karsinogenik dan apa sebenarnya perbedaannya?
Mengenal Zat Karsinogenik
Karsinogenik merupakan istilah yang digunakan untuk zat atau paparan yang dapat menyebabkan kanker. Sumbernya beragam, mulai dari bahan kimia dalam asap tembakau, radiasi, hingga beberapa jenis virus.
Paparan karsinogen dapat menyebabkan kerusakan pada DNA dan perubahan pada sel. Jika kerusakan tersebut memengaruhi pengaturan pertumbuhan dan pembelahan sel, kondisi itu dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya kanker.
Namun, terpapar karsinogen tidak berarti seseorang pasti akan terkena kanker. Risiko dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis zat, jumlah dan lama paparan, serta kondisi genetik seseorang. Karena itu, dampak paparan dapat berbeda pada setiap orang.
Pada rokok, sumber utama risiko kanker bukan hanya satu zat. Asap tembakau mengandung Rokok memiliki sekitar 70 jenis zat atau bahan kimia yang bersifat karsinogenik, di antaranya yaitu nikotin, amonia, arsenik, dan karbon monoksida.
Perbedaaan Nikotin dan Karsinogenik
Nikotin memiliki fungsi yang berbeda dari zat-zat tersebut. Senyawa ini merupakan zat yang sangat adiktif dalam produk tembakau dan berperan besar dalam membuat seseorang terus menggunakan produk tersebut.
Ketergantungan terhadap nikotin juga dapat membuat seseorang sulit berhenti menggunakan rokok.
Dengan kata lain, nikotin dan zat karsinogenik tidak dapat disamakan begitu saja. Nikotin berperan terutama dalam menyebabkan ketergantungan, sedangkan berbagai bahan kimia karsinogenik dalam asap tembakau berperan dalam meningkatkan risiko kanker.
Namun, hal ini bukan berarti nikotin aman. Nikotin tetap memiliki dampak kesehatan dan bersifat sangat adiktif.
Bahkan pada produk seperti rokok elektronik, aerosol dapat mengandung nikotin sekaligus bahan kimia lain yang berbahaya, termasuk beberapa zat penyebab kanker.
Karena itu, membedakan nikotin dari karsinogen tidak berarti menganggap produk yang mengandung nikotin sebagai produk yang aman.
Sumber: Centers for Disease Control and Prevention (CDC), WHO, dan National Cancer Institute (NCI), Siloam Hospital


















































