Perbedaan Sikap Arab Saudi dan Emirat terkait Eskalasi Militer AS ke Iran

2 days ago 12
Perbedaan Sikap Arab Saudi dan Emirat terkait Eskalasi Militer AS ke Iran Presiden Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Presiden AS Donald Trump.(Al Jazeera)

PERBEDAAN pandangan tajam muncul di antara sekutu utama Amerika Serikat di Teluk terkait cara menangani ketegangan dengan Iran. Laporan terbaru menyebutkan ada lobi yang kontradiktif dari Arab Saudi dan Emirat Arab terhadap Presiden AS Donald Trump mengenai potensi serangan militer.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat senior Teluk, Arab Saudi mendesak Presiden Trump untuk tidak melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran selama akhir pekan lalu. Sebaliknya, Emirat Arab justru melobi Washington untuk mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap Teheran.

Tuntutan Eskalasi Militer

Para pejabat Emirat berargumen bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak akan melunakkan tuntutan mereka tanpa ada eskalasi nyata dari pihak Amerika Serikat. Langkah tegas yang diusulkan mencakup pengambilalihan kendali atas Selat Hormuz oleh Washington, hingga kemungkinan dilakukan invasi darat.

Sikap agresif Emirat ini sejalan dengan tindakan nyata yang telah mereka ambil di lapangan. Emirat dilaporkan telah melakukan serangan mandiri terhadap target-target Iran dan menempatkan pasukan pertahanan udara Israel di wilayah mereka untuk membantu menangkal serangan dari Iran.

Dinamika Keamanan Regional

Perpecahan strategi ini menunjukkan kompleksitas keamanan di Timur Tengah. Di satu sisi, Riyadh tampak lebih berhati-hati untuk menghindari perang terbuka yang dapat mengganggu stabilitas domestik dan pasar energi global. Di sisi lain, Abu Dhabi mendorong konfrontasi langsung untuk mematahkan pengaruh militer Iran di kawasan secara permanen.

Hingga saat ini, tekanan dari kedua negara Teluk tersebut menjadi pertimbangan krusial bagi pemerintahan Trump dalam menentukan langkah selanjutnya di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pasokan minyak dunia. (The Times of Israel/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |