Jamaah haji asal Kuningan.
REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Anis (78 tahun), lansia asal Kelurahan Cijoho, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengaku bersyukur akhirnya dapat menunaikan rukun Islam kelima setelah menunggu bertahun-tahun. Perjuangannya menabung bertahun-tahun dari hasil menjual bolu kukus dan odading ke pasar akhirnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, ini panggilan Allah. Mohon doa agar kami semua diberi kelancaran dan kesehatan selama di Tanah Suci,” ujar perempuan yang kesehariannya berjualan bolu kukus dan odading ke Pasar Baru itu dengan mata berkaca-kaca.
Anis adalah satu dari ratusan calon jamaah haji dari Kabupaten kuningan yang diberangkatkan dari tanah suci. Dia menjadi bagian dari 445 calhaj Kloter 8 Kabupaten Kuningan yang merupakan rombongan perdana calhaj asal Kabupaten Kuningan. Pelepasan jamaah itu dilakukan langsung Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar.
Suasana haru menyelimuti area Masjid At-Taufiq kawasan Kuningan Islamic Center (KIC), saat para calon jamaah haji (calhaj) berpamitan dengan keluarga masing-masing, Ahad (26/4/2026). Tangis keluarga pun pecah di pelataran masjid, pelukan hangat mengiringi langkah para calon tamu Allah itu menuju kendaraan yang telah disiapkan. Doa-doa dipanjatkan, mengiringi harapan agar seluruh calhaj diberikan kesehatan, kelancaran, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Para calhaj itu dilepas menuju Asrama Haji Indramayu. Mereka selanjutnya diterbangkan ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, pada Senin (27/4/2026).
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, menyebutkan, total jamaah terdiri dari 439 calon haji, empat petugas kloter, dan dua Petugas Haji Daerah (PHD). “Ratusan jamaah tersebut berasal dari berbagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta jamaah mandiri,” katanya.

5 hours ago
3

















































