Cuaca di Gunung Slamet terlihat cerah pada Minggu (2/8) pag(MI/Akhmad Safuan)
HUJAN ringan kembali berpeluang turun di 13 daerah di Jawa Tengah Minggu (2/8), gelombang tinggi 1,25-2,5 meter dan air laut pasang (rob) setinggi 0,8 meter masih berlangsung di perairan utara dsn selatan tetap diminta untuk diwaspadai.
Pada pagi hingga siang cuaca di Jawa Tengah pada umumnya cerah dan cerah berawan, namun memasuki sore hingga awal malam, daerah di bagian tengah dan selatan berpeluang kembali diguyur hujan ringan terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, sehingga suhu udara sedikit terasa lebih hangat.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida mengatakan meskipun musim kemarau masih berlangsung saat ini, namun hujan ringan tidak merata masih berpeluang mengguyur belasan daerah di Jawa Tengah, sehingga cukup mengurangi suhu yang terasa panas.
Daerah di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan pada Minggu (2/8), ungkap Risca Maulida, yakni Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Batang, Kajen, Pemalang, Salatiga dan Ambarawa, sedangkan daerah lainnya cersh dan cerah berawan sepanjang hari.
"Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-35 kilometer per jam, suhu udara berkisar 16-34 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 45-95 persen, " kata Risca Maulida Minggu (2/8).
Gelombang Tinggi dan Rob
Sementara itu kondisi cuaca berbeda berlangsung di kawasan perairan Jawa Tengah, sepanjang hari baik itu di perairan utara maupun selatan cerah dan cerah berawan sepanjang hari dan gelombang tinggi masih berlangsung dengan ketinggian 1,25-2,5 meter cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
"Waspadai gelombang tinggi di perairan utara dan selatan, terutama saat ketinggian air di atas 1,25 dan kecepatan angin di atas 15 knot," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Wahyu Sri Mulyani.
Menurut Wahyu Sri Mulyani gelombang tinggi berlangsung di perairan selatan Jawa Tengah terjadi di kawasan mulai Cilacap hingga Purworejo, sedangkan di perairan utara di perairan Karimunjawa bagian barat dan timur, Jepara serta Pati-Rembang cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama kapal nelayan dan tongkang.
Selain itu, lanjut Wahyu Sri Mulyani, meskipun telah menurun dibanding sebelumnya, air laut pasang (rob) juga masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah, kondisi ini mengakibatkan banjir di kawasan pesisir sejumlah daerah di Pantura terutama di Pekalongan, Semarang dan Demak sulit untuk segera surut.
Banjir akibat rob ini, demikian Wahyu Sri Mulyani, berdampak terganggunya aktivitas warga terganggu seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam. (H-2)

















































