ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merillis prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Tengah, periode Kamis, 6 Agustus 2026. Sebagian besar kawasan Jawa Tengah didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Kondisi ini menandai wilayah tersebut telah memasuki puncak musim kemarau.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Noor Jannah Indriyani, mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah Jawa Tengah tidak mengalami hujan. Peluang hujan ringan hanya terdeteksi di wilayah Karanganyar pada sore hari, namun tidak signifikan mengubah kondisi cuaca secara umum yang cenderung gerah.
"Waspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena ketiadaan hujan, banyaknya tanaman yang mengering, serta tiupan angin yang cukup kencang," ujar Noor Jannah dalam keterangan resminya, Kamis (6/8).
Kondisi Suhu dan Angin
Berdasarkan data pengamatan dinamika cuaca, suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban udara mencapai 45%-95%. Angin secara umum bertiup dari arah timur menuju selatan dengan kecepatan berkisar 5-35 kilometer per jam.
Meskipun siang hari terasa terik, BMKG mencatat adanya fenomena suhu dingin pada waktu tertentu. "Udara akan terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan pegunungan dan dataran tinggi," tambah Noor Jannah.
Ringkasan Parameter Cuaca Jawa Tengah (6 Agustus 2026):
| Kondisi Umum | Cerah Berawan / Berawan |
| Suhu Udara | 16 - 34°C |
| Kecepatan Angin | 5 - 35 km/jam (Timur - Selatan) |
| Kelembaban | 45 - 95% |
| Potensi Hujan | Hujan ringan di Karanganyar (Sore hari) |
Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Selatan
Beralih ke kondisi perairan, BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi. Prakirawan Lessy Andari menyebutkan bahwa meski ketinggian gelombang di perairan utara telah menurun ke level normal, situasi berbeda terjadi di perairan selatan Jawa Tengah.
Gelombang di perairan selatan diprediksi mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini dinilai sangat berisiko bagi aktivitas pelayaran, mulai dari kapal nelayan, tongkang, hingga kapal angkutan penumpang dan barang.
"Kami mengimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi di perairan selatan, terutama saat kecepatan angin meningkat di atas 15 knot," tegas Lessy.
Di sisi lain, meski ancaman rob di pesisir utara mulai menurun, banjir di sejumlah kawasan pesisir Pantura seperti Pekalongan dan Demak dilaporkan belum sepenuhnya surut. Sementara itu, untuk wilayah perairan utara, gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter terpantau hanya terjadi di kawasan Karimunjawa. (E-3)

















































