Pesan Gus Yahya untuk Pembela Yaqut: Kita Siap Pertanggungjawabkan Ini di Hadapan Allah

3 hours ago 2

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan saat menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Acara peringatan Harlah Ke-100 NU Mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia yang dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR, jajaran Pengurus Besar NU, pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga badan otonom NU.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan terkait kasus hukum yang menimpa adiknya sekaligus mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ). Gus Yahya meyakini semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. 

Hal itu disampaikannya untuk meredam massa yang menggelar aksi di depan KPK saat Yaqut akhirnya ditahan pada Kamis (12/3/2026) malam. Pesan itu disampaikan Yahya lewat pesan voice note yang diperdengarkan dengan pengeras suara di hadapan massa. 

Mulanya, Yahya menghormati keperdulian Ansor, Banser, dan Pagar Nusa terhadap adiknya. Yahya mendukung pemenuhan proses hukum yang objektif. 

"Aspirasi sahabat-sahabat sudah disampaikan. Dan marilah sekarang, kita meminta kepada Allah SWT agar dibukakan hati semua orang bahwa apa pun juga, keadilan harus ditegakkan melalui proses yang benar," kata Yahya lewat pengeras suara. 

Dia menyampaikan semua perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Ini termasuk perbuatan adiknya dalam kasus korupsi kuota haji. "Yang paling penting setelah itu adalah, bahwa kita semua siap mempertanggungjawabkan semua yang kita lakukan ini di hadapan Allah SWT," ujar Gus Yahya. 

Kemudian, Yahya mengajak massa pendukung Yaqut agar meninggalkan KPK. Sebab mereka sudah mengutarakan pendapatnya. 

"Sekarang, setelah semua sudah dilaksanakan dan kita sudah menyatakan isi hati dan pikiran kita, maka saya minta teman teman meneguhkan hati, menyabarkan hati, dan saya minta untuk kembali ke rumah masing-masing, ke tempat masing-masing dengan tertib," ujar Yahya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |