Pesenggiri Festival 2026(MI/HO)
BAGI masyarakat Lampung, jajan pasar bukan sekadar kudapan pengganjal lapar. Getuk, lemper, wajik, kue lapis, hingga cenil adalah jejak sejarah dan representasi budaya yang tumbuh dari kekayaan alam serta tradisi lintas generasi. Namun, di tengah gempuran kuliner modern, keberadaan warisan ini memerlukan ruang khusus agar tetap lestari.
Semangat pelestarian inilah yang melandasi penyelenggaraan Pesenggiri Festival 2026. Mengusung tema “Spice, Heritage & Harmony”, festival budaya yang diinisiasi oleh The Hurun – One Earth Foundation ini menjadi panggung bagi kekayaan tradisi Lampung, termasuk kuliner legendarisnya.
Sentuhan Maestro dan Filosofi di Balik Rasa
Salah satu magnet utama festival ini adalah kehadiran Oma Lanny Rustan, seorang maestro jajan pasar tradisional Lampung. Selama puluhan tahun, Oma Lanny konsisten menjaga resep warisan leluhur dengan ketelitian tinggi, mulai dari pemilihan jenis tepung, komposisi santan, hingga takaran gula yang presisi.
Dalam sesi kuliner khusus, pengunjung tidak hanya mencicipi hidangan, tetapi juga menyerap pengetahuan yang selama ini hanya diwariskan secara lisan. Bagi Oma Lanny, setiap gigitan jajan pasar menyimpan pesan mendalam.
“Jajan pasar bukan sekadar makanan. Ia adalah cara nenek moyang kita mengatakan: kamu diingat, kamu disambut, kamu dicintai. Itu yang ingin saya bawa ke Pesenggiri,” ungkap Lanny Rustan.
Kegiatan ini menjadi ruang transfer pengetahuan antargenerasi, memastikan resep tradisional tidak hilang ditelan zaman. Upaya ini sejalan dengan falsafah Pi’il Pesenggiri yang menjunjung nilai kehormatan, keramahan, dan kebersamaan masyarakat Lampung.
Sinergi Budaya dan Dunia Usaha
Keberlangsungan Pesenggiri Festival 2026 juga diperkuat oleh kolaborasi strategis dengan sektor swasta, salah satunya PT Gunung Madu Plantations (GMP) yang hadir sebagai Bronze Sponsor. Sebagai produsen gula tebu terkemuka di Lampung, keterlibatan GMP dinilai sangat relevan karena gula merupakan bahan inti dalam pembuatan jajan pasar tradisional.
Founder Pesenggiri Festival, Selphie Bong, mengapresiasi dukungan tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap potensi budaya Lampung.
“Lampung adalah tanah yang melimpah, dan sudah saatnya kelimpahan itu dirayakan, bukan hanya dipanen,” tegas Selphie.
Berikut adalah ringkasan program utama yang dihadirkan dalam Pesenggiri Festival 2026:
| Sesi Kuliner Tradisional | Oma Lanny Rustan | Pelestarian resep jajan pasar & transfer pengetahuan. |
| Masterclass Kopi Waris | Renata Bukvic Letica (Tanamera Coffee) | Edukasi pengolahan kopi berkualitas. |
| The Value of Origin | Junanto Herdiawan | Memahami pentingnya asal-usul produk & budaya. |
| Tamu Painting Sunset | Selphie Bong | Ekspresi seni visual dan gaya hidup. |
| Pertunjukan Seni | Tim Budaya | Pementasan Swarnadwipa. |
Melalui perpaduan kuliner, seni, dan edukasi, Pesenggiri Festival 2026 membuktikan bahwa menjaga warisan budaya memerlukan ekosistem yang hidup. Dengan keterlibatan pelaku budaya, masyarakat, dan dunia usaha seperti PT Gunung Madu Plantations, identitas Lampung diharapkan tetap relevan dan terus dirayakan oleh generasi mendatang. (Z-1)


















































