Tren Blind Box Berpotensi Picu Perilaku Adiktif dan Gangguan Kesehatan Mental

4 hours ago 7
Tren Blind Box Berpotensi Picu Perilaku Adiktif dan Gangguan Kesehatan Mental Ilustrasi(magnific)

TREN pembelian blind box kini tengah menjamur di berbagai kalangan masyarakat. Namun, di balik keseruan membuka kotak misteri tersebut, terdapat risiko kesehatan mental dan fisik yang perlu diwaspadai jika dilakukan secara berlebihan.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Samuel Stemi, MBiomed, AIFO-K, Dipl AAAM, menyoroti fenomena ini sebagai sesuatu yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis serius tanpa adanya kontrol diri yang kuat.

Mekanisme Dopamin dan Efek Kejutan

Menurut dr. Samuel, daya tarik utama blind box terletak pada unsur ketidakpastian. Rasa penasaran dan kejutan saat membuka kotak memicu pelepasan hormon dopamin di otak.

Menariknya, sensasi senang yang dihasilkan dari ketidakpastian ini sering kali lebih kuat dibandingkan saat seseorang mendapatkan hadiah yang sudah pasti.

"Selama masih dalam batas wajar, blind box dapat menjadi hiburan. Namun jika dilakukan berulang tanpa kontrol, kebiasaan ini dapat berkembang menjadi perilaku yang sulit dihentikan karena adanya dorongan untuk terus mendapatkan item atau karakter tertentu yang diinginkan," jelas dr. Samuel.

Risiko Adiksi dan Penuaan Dini

dr. Samuel menilai mekanisme psikologis pada fenomena ini memiliki kemiripan dengan perilaku adiktif lainnya, termasuk perjudian. Hal ini disebabkan oleh sistem hadiah yang tidak pasti (uncertain reward) yang mengaktivasi jalur dopamin secara terus-menerus.

Selain dampak mental, terdapat ancaman nyata pada kesehatan fisik dan proses penuaan (anti-aging). Stres akibat pengeluaran yang tidak terkontrol atau kekecewaan saat mendapatkan barang duplikat dapat meningkatkan hormon kortisol.

Tabel: Dampak Pembelian Blind Box Berlebihan

Aspek Dampak yang Ditimbulkan
Psikologis Peningkatan impulsivitas, penurunan kemampuan menunda keinginan (delayed gratification), dan stres.
Perilaku Reward chasing behavior (membeli lagi untuk menutupi kekecewaan sebelumnya).
Kesehatan Fisik Peningkatan hormon kortisol, penurunan kualitas kulit, inflamasi kronis, dan gangguan metabolik.
Biologis Percepatan penuaan biologis akibat stres jangka panjang.

Langkah Pencegahan dan Mindful Buying

Munculnya rasa kecewa atau disforia saat mendapatkan item yang tidak diinginkan sering kali memicu reward chasing behavior. Ini adalah dorongan untuk membeli kembali demi memperbaiki hasil, yang justru memperkuat siklus adiksi.

Sebagai langkah antisipasi, dr. Samuel menyarankan beberapa poin penting bagi masyarakat:

  • Mindful Buying: Menetapkan batas anggaran dan frekuensi pembelian yang ketat.
  • Literasi Finansial: Memahami nilai barang dan prioritas pengeluaran, terutama bagi remaja.
  • Kontrol Impuls: Melatih diri untuk tidak segera menuruti keinginan sesaat.
  • Peran Orang Tua: Mengawasi pola konsumsi anak agar tetap sehat dan tidak kompulsif.

"Blind box tidak sepenuhnya negatif jika dilakukan secara sadar dan terkontrol. Namun tanpa regulasi diri yang baik, terdapat potensi dampak terhadap kesehatan mental dan proses penuaan karena eratnya hubungan antara stres, hormon, dan kesehatan jangka panjang," pungkasnya.

Jika perilaku membeli mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau bersifat kompulsif, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |