Sering Begadang Demi Dracin? Waspadai Gangguan Kualitas Tidur Anda

3 hours ago 7
Sering Begadang Demi Dracin? Waspadai Gangguan Kualitas Tidur Anda Kebiasaan menonton drama China (dracin) hingga larut malam merusak kualitas tidur.(Dok. Magnific)

KEBIASAAN menonton drama China (dracin) hingga larut malam sering kali membuat seseorang terjebak dalam siklus "satu episode lagi" yang berujung pada hilangnya rasa kantuk. Fenomena ini bukan sekadar masalah jam tidur yang berkurang, melainkan gangguan kualitas istirahat yang membuat tubuh tetap terasa lelah saat bangun pagi.

Banyak orang mengira rasa lelah hanya disebabkan oleh waktu tidur yang terlalu larut. Namun, masalah utamanya terletak pada kualitas tidur yang tidak optimal. Meskipun durasi tidur dirasa cukup, kebiasaan menonton hingga dini hari dapat menyebabkan seseorang sulit berkonsentrasi dan merasa mengantuk sepanjang hari berikutnya.

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tidur berkualitas bukan hanya soal durasi, melainkan bagaimana tidur tersebut terasa utuh dan menyegarkan. Tanda tidur yang buruk meliputi sulit terlelap, sering terbangun di malam hari, dan tetap merasa lelah meski sudah tidur lama. Hal ini terjadi karena tubuh belum melakukan transisi dari kondisi aktif ke kondisi tenang.

Menonton dracin memicu pikiran tetap aktif mengikuti alur cerita dan menanti kelanjutan adegan. Kondisi mental yang terus terstimulasi ini membuat tubuh sulit untuk benar-benar rileks saat akhirnya berbaring. Akibatnya, proses menuju tidur nyenyak menjadi terhambat karena otak masih bekerja memproses informasi dari layar.

Untuk mengatasi hal ini, CDC merekomendasikan agar perangkat elektronik dimatikan setidaknya 30 menit sebelum tidur. Selain itu, disarankan untuk menyiapkan diri memasuki waktu istirahat sekitar 1,5 jam sebelumnya dengan rutinitas yang lebih santai guna menenangkan pikiran.

Dalam jangka pendek, pola ini akan membuat bangun pagi terasa berat dan fokus berkurang. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat merusak ritme istirahat tubuh secara permanen. Mengatur batas waktu layar dan memberikan jeda bagi pikiran adalah langkah kunci agar hiburan tidak mengorbankan kesehatan jangka panjang.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |