Piala Super UEFA: PSG vs Aston Villa, Les Parisien Sukses Pertahankan Gelar

2 hours ago 2
 PSG vs Aston Villa, Les Parisien Sukses Pertahankan Gelar Para pemain PSG melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Super UEFA dengan mengalahkan Aston Villa.(AFP/FRANCK FIFE )

LUIS Enrique menegaskan bahwa ia tidak peduli olahraga apa yang sedang ia mainkan, baik itu sepak bola, tenis, padel, hingga permainan papan parchis, ia selalu ingin memenangkan setiap pertandingan. Mentalitas juara tersebut kini tertanam kuat di Paris Saint-Germain (PSG). Sang juara bertahan Liga Champions dua musim berturut-turut itu kembali menunjukkan dominasinya dengan menaklukkan Aston Villa dalam laga Piala Super UEFA yang memikat di Salzburg, Kamis (13/8) dini hari WIB.

Kemenangan ini menjadi kelanjutan tren positif PSG setelah kejayaan mereka di Muenchen dan Budapest, tiga bulan lalu. Dengan performa yang konsisten, tim asuhan Enrique kini menatap potensi three-peat di Madrid pada Mei tahun depan. Meski harus bekerja keras, PSG membuktikan diri sebagai mesin pemenang yang sulit dihentikan.

Debut Gemilang Brian Madjo

Aston Villa memberikan perlawanan sengit dalam laga prestisius ini. Brian Madjo, penyerang berusia 17 tahun, mencatatkan sejarah sebagai pencetak gol termuda dalam kompetisi ini. Madjo berhasil menyamakan kedudukan setelah sebelumnya Khvicha Kvaratskhelia membawa PSG unggul lebih dulu.

Kehadiran Madjo di starting XI Unai Emery menjadi kejutan, terutama bagi Tammy Abraham yang posisinya mulai terancam. Madjo, yang didatangkan senilai Rp200 miliar (£10 juta) dari Metz, akhirnya bisa dimainkan setelah Villa memenangkan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait masalah registrasi FIFA. Sebelum laga ini, Madjo memang sudah tampil tajam di pramusim dengan mencetak gol ke gawang Walsall, Real Sociedad, hingga Indonesia All Stars.

Drama VAR dan Gol Kemenangan Doué

PSG membuka keunggulan pada menit ke-20. Berawal dari kontrol bola Madjo yang kurang sempurna, Vitinha merebut bola dan mengalirkannya kepada Désiré Doué. Bola kemudian sampai ke kaki Kvaratskhelia yang dengan cerdik mengecoh Matty Cash sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang Marco Bizot.

Villa sempat membalas sebelum turun minum. Melalui umpan silang akurat kapten John McGinn, Madjo melepaskan tendangan voli kaki kiri yang menghujam gawang Matvey Safonov. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Luis Enrique memasukkan Ousmane Dembélé untuk menambah daya gedor. Keputusan ini terbukti tepat. Pada menit ke-60, umpan terobosan Dembélé membelah pertahanan Villa dan diselesaikan dengan sempurna oleh Désiré Doué. Gol tersebut sempat dianulir karena indikasi offside, namun wasit Omar Artan mengesahkan gol tersebut setelah tinjauan VAR menunjukkan Matty Cash membuat Doué tetap dalam posisi onside.

Perlawanan Gigih Pasukan Unai Emery

Meski kalah, Unai Emery mengaku puas dengan semangat juang anak asuhnya. Villa nyaris menyamakan kedudukan melalui peluang emas pemain baru senilai Rp760 miliar, João Gomes, namun digagalkan oleh blok luar biasa Warren Zaïre-Emery. Di menit-menit akhir, kombinasi pemain pengganti Alysson dan Tammy Abraham hampir membuahkan hasil, namun Abraham gagal menyambut bola di kotak penalti.

Bagi Villa, kekalahan ini tetap memberikan sinyal positif bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi Eropa. Sementara bagi PSG, trofi di Salzburg ini menjadi modal penting untuk menjaga ambisi mereka menyapu bersih gelar di musim 2026/2027.

Statistik Kunci PSG Aston Villa
Skor Akhir 2 1
Pencetak Gol Kvaratskhelia (20'), Doué (60') Madjo (45')
Lokasi Pertandingan Salzburg, Austria

(theguardian/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |