PMI dan PDAM Kota Sukabumi Sudah Salurkan 60 Ribu Liter Air Bersih

2 days ago 13
PMI dan PDAM Kota Sukabumi Sudah Salurkan 60 Ribu Liter Air Bersih BANTUAN AIR BERSIH: Warga Kampung Cikundul Hilir RW 04 Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi mengantre bantuan air bersih yang didistribusikan PMI dan Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa.(Dok Istimewa)

PALANG Merah Indonesia (PMI) dan Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, Jawa Barat, telah mendistribusikan hampir puluhan ribu liter air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau. Pendistribusiannya tersebar di berbagai wilayah. 

Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan hingga awal Agustus, setidaknya sudah terdistribusikan hampir 60 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Kota Sukabumi. Upaya kemanusiaan itu akan terus dilaksanakan selama masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. 

"PMI juga terus melakukan asesmen di wilayah-wilayah yang mulai terdampak kekeringan agar bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat," kata Dinar, Senin (3/8). 

Upaya pendistribusian bantuan air bersih merupakan respons terhadap informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan musim kemarau tahun ini akan mencapai puncaknya pada akhir Agustus tahun ini. Dampak fenomena El Nino diperkirakan masih akan memperpanjang periode kering dan meningkatkan potensi krisis air bersih di sejumlah daerah, termasuk Kota Sukabumi.

Teranyar, bantuan distribusi air bersih dilakukan kepada warga yang tinggal di Kampung Cikundul Hilir RW 04 Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu. Dampak kekeringan di wilayah itu mengakibatkan 340 kepala keluarga atau sekitar 1.300 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

"Berdasarkan hasil asesmen, sedikitnya 340 kepala keluarga atau sekitar 1.300 jiwa di Kampung Cikundul Hilir RW 04," tuturnya.

Selain mendistribusikan air bersih, relawan PMI juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak dan menjaga kebersihan wadah penyimpanan air. Termasuk edukasi menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyakit yang dapat muncul akibat terbatasnya akses air bersih.

"Selain distribusi, kami juga mengedukasi masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau berlangsung," pungkas Dinar. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |