Ketua Umum Pengurus Besar Al Jamiyatul Washliyah, KH Masyhuril Khamis.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, KH Masyhuril Khamis, meminta masyarakat melihat secara utuh polemik penggunaan jilbab bagi calon mahasiswi Universitas Pertahanan (Unhan). Menurut dia, persoalan tersebut perlu disikapi berdasarkan konteks dan regulasi yang berlaku, sembari tetap menempatkan pendidikan agama dan pembentukan karakter keimanan generasi muda sebagai hal penting.
Kiai Masyhuril menegaskan bahwa pendidikan agama dan pembentukan karakter keimanan generasi muda merupakan hal yang penting untuk terus ditanamkan.
”Kita seharusnya bersyukur apabila generasi muda memiliki komitmen menjalankan ajaran agamanya," kata Kiai Masyhuril kepada Republika, Senin (24/8/2026)
Washliyah mengajak semua pihak untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada generasi Indonesia, bukan mengajak mereka meninggalkan agamanya.
”Kita bersyukur anak-anak kita berkomitmen menjalankan agamanya,” ujar Masyhuril yang juga Ketua Bidang Halal MUI Pusat
Ia menilai, penguatan nilai-nilai keagamaan sangat penting dalam membangun moral generasi bangsa. Lemahnya nilai keimanan dapat menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang mudah terjerumus dalam berbagai perilaku menyimpang.
”Korupsi, judi, zina dan maksiat lainnya karena nilai keimanannya lemah,” ujarnya.
Karena itu, Kiai Masyhuril meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dalam menyikapi isu jilbab di lingkungan Unhan. Menurutnya, persoalan tersebut harus dilihat berdasarkan konteks dan ketentuan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan penilaian yang keliru.
Ia juga mengingatkan agar setiap pihak tidak memaksakan kehendak yang bertentangan dengan regulasi negara. Menurutnya, penyelesaian persoalan harus tetap ditempatkan dalam koridor aturan dan ketentuan yang berlaku.
”Janganlah memaksakan keinginan yang bertentangan dengan regulasi negara,” ujarnya.

4 hours ago
1












































