Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong. Wong mengumumkan kebijakan baru untuk mendukung kesejahteraan keluarga.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan kebijakan baru untuk mendukung kesejahteraan keluarga. Pada National Day Rally 2026, ia menyatakan pemerintah akan menambah cuti pengasuhan, memberi bantuan finansial yang lebih besar, biaya prasekolah lebih murah, hingga akses perumahan bersubsidi bagi keluarga.
Dalam pidatonya di ITE College Central, Ahad (23/8/2026), Wong mengatakan pemerintah ingin mendukung orang tua secara lebih konsisten sepanjang perjalanan membesarkan anak, bukan hanya memusatkan bantuan pada masa kelahiran. "Kami ingin setiap keluarga tahu: jika Anda memilih untuk memiliki anak, pemerintah akan berdiri bersama Anda. Kami akan memberikan lebih banyak dukungan dalam jangka panjang," kata Wong dilansir laman Straits Times, Selasa (25/8/2026).
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari rekomendasi awal untuk melakukan perubahan mendasar terhadap pendekatan Singapura mengenai pernikahan dan menjadi orang tua. Dalam paket kebijakan baru, setiap orang tua yang bekerja akan mendapatkan 8 hingga 12 hari cuti pengasuhan anak, tergantung jumlah anak berusia 12 tahun ke bawah yang dimiliki.
Orang tua dengan satu anak akan mendapat delapan hari cuti, dua anak 10 hari, dan tiga anak atau lebih bisa mendapat 12 hari cuti pengasuhan. Pemerintah juga akan menanggung biaya penuh untuk cuti pengasuhan.
Pemerintah Singapura kemudian memperkenalkan SG Child Support Package yang menggabungkan dan menggantikan sejumlah skema dukungan yang sudah ada, termasuk Baby Bonus dan Large Families Scheme. Melalui paket ini, setiap anak warga negara Singapura akan memperoleh dukungan finansial sebesar 70 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp975 juta hingga usia 17 tahun.
Berbeda dengan skema sebelumnya, tingkat dukungan tidak lagi bergantung pada urutan kelahiran anak. Anak-anak warga Singapura yang sudah berusia 17 tahun atau lebih muda pada 2026 juga akan mendapatkan manfaat yang disesuaikan dengan usia mulai 2027.
"Skema baru ini akan berlaku bagi seluruh anak warga Singapura tanpa memandang kondisi keluarga atau status perkawinan orang tua. Ini berarti anak dari single parent juga akan menerima bantuan tunai," kata Wong.

4 hours ago
1












































