Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.(Dok. BPMI Setpres)
PRESIDEN RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan kembali melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela agenda Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, pada pekan ini. Pertemuan yang direncanakan berlangsung pada 3 September 2026 tersebut menjadi momentum penguatan kerja sama strategis antara kedua negara.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengonfirmasi bahwa kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ekonomi tersebut adalah sebagai tamu utama. Selain melakukan pertemuan bilateral, kedua pemimpin negara dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam forum yang berlangsung pada 1-4 September 2026 di wilayah timur jauh Rusia tersebut.
“Tentu saja pertemuan bilateral diharapkan terlaksana, tetapi untuk pastinya akan ditentukan pihak kepresidenan Rusia,” ujar Dubes Tolchenov saat ditemui di Jakarta, Selasa (1/9). Ia menambahkan bahwa rencana ini mencerminkan kuatnya persahabatan kedua negara, di mana pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan kelima bagi Prabowo dan Putin dalam dua tahun terakhir.
Dubes Tolchenov berharap pertemuan bilateral nanti dapat mendorong realisasi kesepakatan kerja sama di berbagai sektor menjadi aksi konkret. Pihak Rusia menginginkan adanya hasil yang saling menguntungkan bagi Jakarta maupun Moskow melalui dialog tingkat tinggi ini.
Selain kehadiran Presiden, delegasi Indonesia lainnya juga dipastikan berpartisipasi aktif dalam EEF 2026. Perwakilan dari Provinsi Aceh dijadwalkan menjadi pembicara dalam sesi pembangunan kawasan Asia Pasifik, sementara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengirimkan delegasi besar untuk memperkuat diskusi di tingkat bisnis.
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov, sebelumnya juga telah mengonfirmasi status Presiden Prabowo sebagai tamu utama dalam EEF ke-11. Selain Indonesia, sesi pleno forum ini juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara lain, termasuk Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang. (Ant/Z-10)


















































