ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Tengah, periode Jumat, 7 Agustus 2026. Sebagian besar kawasan di Jateng diprediksi didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Meski tidak ada potensi hujan, masyarakat diminta mewaspadai risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta gelombang tinggi di wilayah perairan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, menjelaskan bahwa kondisi kering ini dipicu oleh wilayah Jawa Tengah yang mulai mendekati puncak musim kemarau. Peluang terjadinya hujan sangat kecil, dengan suhu udara yang cukup ekstrem di beberapa wilayah.
"Waspada karhutla akibat banyak tanaman kering dan mudah tersulut api, juga angin kencang masih berlangsung di musim kemarau ini," ujar Winda Ratri dalam keterangan resminya, Jumat (7/8).
Kondisi Udara dan Angin
BMKG mencatat adanya perbedaan suhu yang mencolok antara wilayah dataran tinggi dan rendah. Udara terasa lebih dingin di kawasan pegunungan, sementara di dataran rendah suhu terasa cukup panas dan kering. Angin secara umum bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan yang cukup signifikan.
| Kondisi Umum | Cerah Berawan hingga Berawan |
| Suhu Udara | 16 - 34 Derajat Celcius |
| Kelembaban Udara | 45% - 95% |
| Kecepatan Angin | 5 - 35 km/jam (Timur ke Selatan) |
Peringatan Dini Perairan dan Rob
Di sektor maritim, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila, memberikan peringatan terkait risiko pelayaran. Meskipun gelombang di perairan selatan mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya, ketinggian gelombang masih mencapai maksimal 2,5 meter.
Kondisi serupa terjadi di perairan utara Jawa Tengah. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter terpantau di kawasan Karimunjawa (bagian barat dan timur), Jepara, serta wilayah Pati-Rembang. Selain gelombang, fenomena air laut pasang (rob) juga masih menjadi ancaman.
Peringatan Maritim: Air laut pasang dengan ketinggian maksimum 0,8 meter menyebabkan banjir rob di sejumlah daerah pesisir Pantura belum sepenuhnya surut. Nelayan dan operator kapal tongkang diminta waspada, terutama saat kecepatan angin melebihi 15 knot.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau perkembangan cuaca Jawa Tengah hari ini melalui kanal resmi dan menghindari aktivitas yang dapat memicu api di lahan terbuka guna mencegah kebakaran hutan selama puncak kemarau ini. (E-3)

















































