Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat .(Antara-HO)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menilai Pameran Flora dan Fauna (Flona) Jakarta 2026 mencerminkan keberagaman masyarakat Jakarta. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Flona 2026 bersama Ketua TP PKK DKI Jakarta Hani Pramono di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/9).
Pramono mengapresiasi penyelenggaraan Flona tahun ini yang menampilkan kekayaan flora, fauna, sekaligus budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pelaksanaannya tahun ini menurut saya salah satu yang terbaik. Saya tadi keliling melihat dari lima kota dan satu kabupaten, temanya berbeda-beda,” ujar Pramono.
Menurutnya, keberagaman terlihat jelas dari ornamen rumah, tanaman, hingga berbagai elemen yang ditampilkan dalam area pameran.
“Ini mencerminkan bahwa Jakarta dalam hal keberagaman dan perbedaan menerima keterbukaan bagi masyarakat Jakarta, bagi siapa pun yang datang ke Jakarta dengan etnik budaya masing-masing. Tentunya kami sangat terbuka,” katanya.
Mengusung tema Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta, Flona 2026 berlangsung pada 28 Agustus hingga 28 September 2026 dan dibuka setiap hari pukul 10.00-21.00 WIB. Pameran ini menghadirkan 284 stan, terdiri dari:
- 11 stan exhibition
- 147 stan flora
- 8 stan fauna
- 112 stan UMKM
- 6 stan sponsor
Pameran ini juga melibatkan komunitas, asosiasi, pelaku ekonomi kreatif, serta industri kreatif. Pramono berharap tingginya antusiasme pengunjung berdampak langsung terhadap peningkatan transaksi UMKM.
“Pengunjungnya mengalami peningkatan yang luar biasa. Mudah-mudahan transaksinya bagi para pelaku UMKM juga mengalami kenaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri mengatakan Flona 2026 menargetkan transaksi sekitar Rp40 miliar dengan target kunjungan melebihi 17.000 orang per hari pada akhir pekan, serta rata-rata 12.000 orang per hari pada hari biasa.
Melalui Flona, Pemprov DKI ingin menjadikan ruang terbuka hijau bukan sekadar tempat penghijauan, tetapi juga ruang edukasi, rekreasi, interaksi publik, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. (Far/P-2)


















































