Presiden Pezeshkian: MoU Damai Iran dengan AS Untungkan Dunia

3 weeks ago 31
 MoU Damai Iran dengan AS Untungkan Dunia Selat Hormuz.(Xinhua)

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memberikan manfaat besar bagi kepentingan nasional, kawasan Asia Barat, hingga dunia. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah upacara di Teheran pada Sabtu (29/8).

Pezeshkian menegaskan bahwa implementasi penuh MoU tersebut akan membatasi kemampuan AS dan Israel dalam memicu kekacauan, agresi, serta ketidakamanan di kawasan. Menurutnya, stabilitas yang dihasilkan dari kesepakatan ini akan membuka jalan bagi pembangunan negara-negara di kawasan tersebut.

Dalam pidatonya, Pezeshkian menekankan pentingnya solidaritas di kalangan negara-negara Muslim untuk menggagalkan apa yang ia sebut sebagai "rencana jahat musuh". Ia menegaskan posisi Iran yang tidak pernah memulai perang, namun tetap siap memberikan perlawanan keras terhadap pihak manapun yang mencoba melakukan agresi.

"Kami tidak menginginkan perang, tetapi akan melawan setiap agresor dengan tegas. Tidak ada kekuatan yang dapat memaksa sebuah bangsa yang teguh berdiri dengan segenap kekuatan dan tekadnya untuk menyerah," ujar Pezeshkian sebagaimana dikutip dari situs resmi kantor kepresidenan.

Manipulasi Energi dan Operasi Keamanan

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memperingatkan adanya upaya sistematis untuk memanipulasi pasar energi global. Melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (29/8), Araghchi menyebut tindakan tersebut bertujuan untuk keuntungan pribadi pihak tertentu dan memperpanjang konflik AS terhadap Iran.

Pada hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melaporkan keberhasilan operasi keamanan di provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran tenggara. Pasukan keamanan melumpuhkan tim yang disebut berafiliasi dengan AS dan Israel, menewaskan satu anggota dan menangkap enam orang lainnya.

Kronologi Konflik dan Diplomasi Iran-AS (2026):

Tanggal Peristiwa Utama
28 Februari Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran.
Pasca-Februari Iran membalas dengan rudal dan drone ke pangkalan AS/Israel serta memperketat Selat Hormuz.
18 Juni Penandatanganan MoU perdamaian untuk mengakhiri perang di semua front kawasan.
17 Agustus Batas waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir (status masih belum jelas).

Ketidakpastian Kesepakatan Akhir

Meskipun MoU telah ditandatangani pada 18 Juni lalu, nasib perundingan akhir masih diselimuti ketidakpastian. Berdasarkan kesepakatan, kedua belah pihak seharusnya mencapai resolusi final dalam kurun waktu 60 hari yang berakhir pada 17 Agustus.

Namun, eskalasi ketegangan yang kembali terjadi antara Teheran dan Washington pada bulan lalu membuat proses diplomasi ini terhambat. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai kelanjutan jadwal perundingan guna mengakhiri konfrontasi militer secara permanen di kawasan tersebut. (Xinhua/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |