Bintang timnas Argentina Lionel Messi(AFP/JUAN MABROMATA)
LIONEL Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama timnas Argentina. Setelah lebih dari dua dekade berseragam Albiceleste, sang megabintang memutuskan pensiun di usia 39 tahun, meninggalkan warisan sebagai figur sentral dalam era paling sukses dalam sejarah sepak bola modern negaranya.
Awal yang Sulit dan Bayang-bayang Maradona
Lahir di Rosario pada 1987, Messi memulai debut seniornya untuk Argentina pada 2005 di usia 18 tahun. Namun, awal karier internasionalnya tidak berjalan mulus; ia menerima kartu merah hanya beberapa menit setelah masuk sebagai pemain pengganti melawan timnas Hungaria. Gol internasional pertamanya baru tercipta setahun kemudian saat menghadapi timnas Kroasia.
Selama bertahun-tahun, Messi harus berjuang di bawah tekanan besar dan perbandingan terus-menerus dengan Diego Maradona. Ia mengalami serangkaian kegagalan menyakitkan di partai final, termasuk kalah dari Brasil di final Copa America 2007, serta kekalahan beruntun di final Copa America 2015 dan 2016. Kekecewaan terbesar terjadi pada Piala Dunia 2014, ketika Argentina kalah 0-1 dari Jerman di babak perpanjangan waktu final.
Frustrasi akibat kegagalan tersebut sempat membuat Messi mengumumkan pensiun singkat pada 2016 sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali membela negaranya.
Era Emas: Dari Maracana hingga Lusail
Titik balik karier Messi terjadi pada Copa America 2021. Argentina berhasil mengalahkan Brasil 1-0 di Stadion Maracana, memberikan trofi senior pertama bagi Messi sekaligus mengakhiri penantian 28 tahun gelar juara bagi Argentina. Kesuksesan ini berlanjut dengan kemenangan di Finalissima 2022 melawan Italia di Wembley.
Puncak kejayaannya tercapai pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Messi memimpin Argentina meraih gelar juara dunia ketiga setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti di final yang dramatis. Messi mencetak tujuh gol sepanjang turnamen dan menjadi pemain pertama yang memenangkan Golden Ball (Pemain Terbaik) sebanyak dua kali.
Dominasi Argentina berlanjut pada 2024, ketika mereka mempertahankan gelar Copa America setelah menundukkan Kolombia 1-0 di final, melengkapi hattrick gelar mayor secara beruntun.
Piala Dunia Terakhir dan Warisan Abadi
Messi menutup lembaran kariernya di panggung dunia pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Di usia 39 tahun, ia mencatatkan rekor enam penampilan di Piala Dunia. Meski Argentina gagal mempertahankan gelar setelah kalah dari Spanyol di final melalui perpanjangan waktu, kontribusi Messi tetap luar biasa dengan torehan 8 gol dan 4 assist sepanjang turnamen.
Berikut adalah statistik kunci Lionel Messi bersama Timnas Argentina:
| Penampilan (Caps) | 207 (Rekor terbanyak Argentina) |
| Gol | 125 (Top skor sepanjang masa Argentina) |
| Gelar Mayor | Piala Dunia (2022), Copa America (2021, 2024), Finalissima (2022) |
| Penghargaan Individu | 2x Golden Ball Piala Dunia (2014, 2022) |
Messi meninggalkan timnas Argentina bukan lagi sebagai pemain yang berusaha membuktikan diri, melainkan sebagai kapten yang telah memberikan segalanya. Dari remaja yang dikartu merah pada debutnya hingga legenda yang mengangkat trofi di Qatar, perjalanan Messi adalah kisah tentang ketekunan, penebusan, dan transformasi total bagi sepak bola Argentina.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.


















































