Profil Shigeko Kagawa Orang Tertua di Jepang Meninggal Usia 115 Tahun

3 weeks ago 5
Profil Shigeko Kagawa Orang Tertua di Jepang Meninggal Usia 115 Tahun Shigeko Kagawa memegang sebuah karya kaligrafi di Yamatokoriyama, Prefektur Nara, Juli 2025.(Dok. Vietnam.vn/Kantor Kota Yamatokoriyama)

KABAR duka datang dari Prefektur Nara, Jepang Barat. Shigeko Kagawa, sosok yang memegang gelar sebagai orang tertua di Jepang, dilaporkan telah mengembuskan napas terakhirnya pada usia 115 tahun. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mengonfirmasi kabar tersebut pada Senin (31/8/2026), menyatakan bahwa Kagawa meninggal dunia pada hari Kamis pekan lalu.

Kepergian Kagawa tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi catatan sejarah bagi Jepang, negara yang dikenal dengan tingkat harapan hidup penduduknya yang sangat tinggi. Kini, gelar orang tertua di Jepang beralih kepada Fuyo Kishimoto, seorang perempuan berusia 114 tahun yang tinggal di dekat Kyoto.

Profil dan Perjalanan Karier Medis Shigeko Kagawa

Lahir pada tahun 1911, Shigeko Kagawa tumbuh di era transisi besar Jepang. Berdasarkan data dari asosiasi medis setempat, ia menunjukkan dedikasi yang luar biasa di bidang kesehatan sejak usia muda. Kagawa menyelesaikan pendidikan kedokterannya pada tahun 1934, sebuah pencapaian yang signifikan bagi perempuan pada masa itu.

Karier medisnya dimulai di sebuah rumah sakit di Osaka, di mana ia bekerja selama kurang lebih tiga tahun di departemen kebidanan, ginekologi, dan penyakit dalam. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat bagi pengabdiannya di masa depan.

Pada tahun 1937, Kagawa memutuskan untuk membuka kliniknya sendiri di Prefektur Nara. Di sinilah ia menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk melayani masyarakat. Ia dikenal sebagai dokter spesialis kandungan dan penyakit dalam yang sangat berdedikasi. Bahkan, Kagawa terus aktif menjalankan praktik medisnya hingga memasuki usia 80-an, sebuah bukti nyata dari semangat pengabdian yang tidak luntur oleh usia.

Rahasia Umur Panjang: Kekuatan Berjalan Kaki

Banyak orang bertanya-tanya mengenai rahasia di balik umur panjang Kagawa yang mencapai lebih dari satu abad. Saat dinobatkan sebagai orang tertua di Jepang pada Juli 2025, Kagawa sempat berbagi filosofi hidupnya. Ia meyakini bahwa aktivitas fisik sederhana namun konsisten adalah kunci utamanya.

Kagawa menceritakan bahwa selama puluhan tahun menjadi dokter, ia terbiasa melakukan kunjungan pasien ke rumah-rumah (house calls) dengan berjalan kaki. Hal ini ia lakukan tanpa kenal lelah, bahkan hingga larut malam atau saat hari libur sekalipun.

Kutipan Ikonik:
"Umur panjang saya berawal dari kebiasaan sering berjalan kaki selama bertahun-tahun," ujar Kagawa pada Juli 2025.

Sepanjang hidupnya yang panjang, Kagawa menjadi saksi berbagai peristiwa bersejarah dunia. Salah satu momen penting dalam kariernya adalah saat ia bertugas menangani keadaan darurat medis selama ajang bergengsi Pameran Dunia Osaka (World Expo) pada tahun 1970.

Di usia senjanya, Kagawa kembali mencuri perhatian dunia pada tahun 2021. Ia berpartisipasi dalam estafet obor Olimpiade Tokyo dan tercatat sebagai salah satu pembawa obor tertua. Partisipasinya saat itu menjadi simbol harapan dan ketangguhan bagi masyarakat Jepang di tengah tantangan pandemi global.

Warisan Pengabdian di Layanan Kesehatan Masyarakat

Selain menjalankan klinik pribadi, Kagawa juga aktif dalam layanan kesehatan masyarakat. Kontribusinya dalam bidang kebidanan telah membantu ribuan ibu dan bayi di Prefektur Nara selama beberapa generasi. Disiplin, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama menjadi warisan yang ia tinggalkan bagi komunitas medis di Jepang.

Kini, dengan wafatnya Kagawa, perhatian tertuju pada Fuyo Kishimoto sebagai pemegang gelar tertua yang baru. Namun, kisah hidup Shigeko Kagawa akan tetap menjadi inspirasi tentang bagaimana dedikasi pada profesi dan gaya hidup sehat dapat memberikan kualitas hidup yang luar biasa hingga usia senja. (Kyodo/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |