Program Sosial Perluas Kesempatan Perempuan untuk Mandiri

1 week ago 5
Program Sosial Perluas Kesempatan Perempuan untuk Mandiri Ilustrasi(Dok Pelindo)

PROGRAM sosial menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses dan kesempatan bagi perempuan, baik dalam pendidikan, pemberdayaan ekonomi, maupun keterlibatan dalam kegiatan sosial.

Hal tersebut terlihat dari tiga program sosial yang dijalankan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, mencakup bantuan alat bagi penyandang disabilitas, pelepasan relawan Port Captain Inspirasi 2026 ke wilayah 3T, serta bantuan sarana usaha bagi pelaku UMKM.

Pelaksanaan program tersebut mendapat perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), terutama karena cukup banyak perempuan yang terlibat sebagai penerima manfaat maupun pelaksana kegiatan.

Dari 20 relawan Port Captain Inspirasi 2026 yang akan diberangkatkan ke Banda Aceh, Garut, Sumbawa, dan Ambon, sebanyak 16 orang merupakan perempuan. Sementara itu, dari 53 pelaku UMKM penerima bantuan sarana usaha, 41 di antaranya merupakan perempuan.

Keterlibatan perempuan juga terlihat pada program bantuan alat bagi penyandang disabilitas. Dari 25 penerima bantuan, delapan di antaranya merupakan perempuan.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Amurwani Dwi Lestariningsih mengatakan, akses dan kesempatan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kemandirian perempuan.

“Ketika perempuan mendapatkan akses dan kesempatan untuk berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” ujar Amurwani dalam keterangannya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pelindo Benny Ariyadi mengatakan ketiga program tersebut memiliki sasaran berbeda, mulai dari penyandang disabilitas, masyarakat di wilayah 3T, hingga pelaku UMKM.

“Program ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret, mulai dari dukungan mobilitas, akses pendidikan dan kesehatan, hingga sarana untuk mengembangkan usaha,” kata Benny.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam sejumlah program tersebut menunjukkan peran perempuan tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan.

“Perempuan memiliki peran penting sebagai penerima manfaat maupun penggerak perubahan. Karena itu, kesempatan yang setara perlu terus dibuka,” ujarnya.

Dalam program Port Captain Inspirasi 2026, sebanyak 20 pekerja terpilih akan menjalankan kegiatan bersama masyarakat di Banda Aceh, Garut, Sumbawa, dan Ambon. Kegiatan tersebut mencakup sejumlah aktivitas di bidang pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu, bantuan sarana usaha diberikan kepada 53 pelaku UMKM untuk mendukung kegiatan usaha mereka. Salah satu penerima bantuan, Zahra, yang menjalankan usaha Bubur Maniez di Kalibaru, Tanjung Priok, mengatakan bantuan tersebut membantu menunjang aktivitas usahanya.

“Gerobak ini sangat berarti buat saya karena menjadi tempat mencari penghasilan setiap hari. Mudah-mudahan usaha saya bisa semakin ramai,” ujar Zahra.

Pada bidang inklusi sosial, bantuan alat disalurkan kepada 25 penyandang disabilitas. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung mobilitas dan aktivitas penerima manfaat dalam keseharian.

Benny mengatakan program sosial tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat konektivitas yang dibangun perusahaan, termasuk melalui akses terhadap pendidikan dan kegiatan ekonomi.

“Konektivitas tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga perlu membuka akses terhadap pendidikan, kesempatan berusaha, dan kemandirian,” pungkas Benny. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |