Protes Pemadaman Listrik Bergilir di Kalteng(Istimewa)
SEJUMLAH warga protes ke Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani, Kalimantan Tengah. Protes warga dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas krisis pemadaman listrik bergilir di wilayah tersebut.
Aksi unjuk rasa ini viral di media sosial TikTok usai diunggah oleh akun @CeritaOomBM pada Senin (3/8).
Aksi itu dilakukan Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) dan Persatuan Insan Perunggasan atau Insar Kalimantan Tengah dengan menyegel sementara Kantor PLN UP3 Palangka Raya.
Dalam akun tersebut, disebut massa juga mengirimkan bangkai ayam ke halaman kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani.
“Harus pakai cara ekstrem begini supaya telinga dan empati manajemen PLN berfungsi. Kalau sudah dipancing pakai aroma busuk bangkai ayam, semoga bau busuk ribuan ayam di kantor kalian sukses menempel di ruang AC yang nyaman itu yang dibayar dari keringat rakyat yang kalian busukkan,” kata akun tersebut.
Lebih jauh, ia menyebut, bahwa sebagian besar peternakan ayam di wilayah itu memakai sistem kandang tertutup yang sangat bergantung pada listrik untuk kipas ventilasi dan sirkulasi udara.
Saat listrik padam, kata dia, suhu kandang melonjak cepat membuat ayam lemas dan mati massal.
“Genset cadangan ada tapi biaya operasionalnya terlalu mahal untuk dipakai terus-menerus. Peternak melaporkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan satu kandang berkapasitas 40 ribu ekor bisa rugi hingga Rp360 juta,” tutur dia.
Ia mengatakan, para peternak menuntut PLN segera perbaiki pasokan listrik, beri penjelasan dan tanggung jawab, juga berikan kompensasi kerugian. Para peternak, lanjut dia, sempat menyegel sementara kantor dan mengancam akan kirim lebih banyak bangkai jika tidak ada solusi nyata.
"Telat bayar semenit, surat peringatan datang secepat kilat. Ribuan ayam peternak mati karena listrik mati berhari-hari, PLN-nya mendadak amnesia,” ungkap akun tersebut.
“Kompensasi paling cuma template Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Maaf kalian tidak bisa dipakai buat bayar pakan ayam dan cicilan peternak yang hancur lebur dalam semalam,” demikian tulis akun tersebut.
Sementara, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan gangguan bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan. Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun.
Akibat kondisi tersebut, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.
"PLN menyatakan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan. Perusahaan juga meminta masyarakat menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pemadaman bergilir berlangsung," ujarnya.
(P-4)

















































